Realita Goals Masa Kini

2:13 AM

Tulisan ini sebenarnya dibuat setelah mendengar curhatan emak yang sedih karna kurang bisa mengontrol pergaulan anak bungsunya yang kini sedang berada dimasa-masa pencarian jati diri/masa-masa labil.

Miris melihat mental anak Indonesia jaman sekarang. Segala sesuatunya itu dianggap goals. Mulai dari yang salah aja sampai yang salah banget. Dulu ketika aku masih kecil, dimana internet belum menjadi candu, belum tau kemajuan gadget. Jangankan punya hp, punya walkman buat dengerin lagu aja sudah luar biasa senangnya. Indahnya masa-masa itu.

Jaman dulu jika adzan magrib sudah berkumandang, emak langsung ngomel anaknya harus udah dirumah kalau ga ntar bakal diculik wewe gombel. Hidup masih penuh canda tawa layaknya hidup anak kecil seusianya. Playlist lagu cuma Joshua diobok-obok atau Tasya libur telah tiba. Berbeda dengan anak jaman sekarang yang kiblatnya ke barat-barat an, dengar lagu liriknya cinta-cintaan. Ditanya lagu anak-anak ga tau tapi kalau lagu coboy junior bahkan sampai lagu younglex hapal. Miris.

Mungkin memang salah membandingkan jaman dulu dengan jaman sekarang, dimana internet telah meluas. Globalisasi sudah merubah pola pikir dan prilaku remaja masa kini menjadi semakin ke barat-barat an. Semua perkembangan diserap tanpa dipilah terlebih dulu, mana yang pantas untuk diikuti mana yang tidak, mereka ga tau.

Kadang suka sedih lihat perkembangan anak jaman sekarang, dewasa tidak pada waktunya. Mending kalau dewasa ke arah yang positif, lah ini ke arah yang negatif. Adalagi yang bikin aku kesel. Ketika anak sekarang sudah menjadikan gaya pacaran yang salah sebagai 'relationship goals'. Nyium ketiak pacar katanya goals.

Nyium ketiak pacar mau, giliran disuruh nyium ketiak orang tua yang susah payah bercucuran keringat membesarkan kalian ga mau.


Pernah ga sih nemu comment di sosial media kayak gini

“ih kaka #relationshipgoals banget deh”


“goals banget nih”


Atau nge tag nama pacar masing-masing buat ngajakin relationship goals yang jelas diharamkan agama.

Inilah makna “goals” menurut mereka. Mau itu dosa atau ga, meski dibumbui maksiat, ataupun melanggar normal agama, diterusin aja namanya juga goals. Semua dilakukan demi terlihat eksis ataupun demi sebuah pengakuan yang katanya kekinian. Astagfirullah, elus-elus dada.

Kadang juga suka kesel sih ngeliat bocah SD atau SMP, ngomong sama yang lebih tua pake bahasa kasar yang ga pantes banget. Semua itu ya akibat dari salah pergaulan atau efek dari media internet sendiri. Sedih karena remaja kita bukannya menyeimbangkan diri dengan perkembangan jaman justru diperdaya oleh kemajuan jaman.

Karena aku punya adik jujur aku warning banget sama pergaulan jaman sekarang. Aku takut kalau adikku nantinya bisa terpengaruh sama buruknya era pergaluan di masa kini. Usainya yang masih belia mudah terpengaruh apa kata orang, masih belum tau mana yang buruk dan mana yang benar.

Kita yang yang sudah berusia produktif yang sudah punya karya untuk berpikir menuju masa depan harus bisa memonitoring anak jaman sekarang. Terutama dilingkungan keluarga sendiri. Aku sendiri sedih karna merasa menjadi kakak yang gagal buat mendidik adiknya supaya ga terpengaruh oleh arus globalisasi yang tidak sehat ini.

Sungguh suatu musibah yang besar ketika kiblat mereka adalah para selebriti sosial media yang tidak takut dosa dan jauh dari aturan agama.

Ya, semoga seiring perkembangan jaman, bocah-bocah bermental tempe dan kasar ini akan berubah menjadi tunas harapan bangsa. Jangan sampai ada lagi berita remaja Indonesia jadi trending topic bukan karna prestasinya tapi karna tingkah lakunya yang buruk.

You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram