Throwback Holiday!

6:30 AM

Akhirnya masa-masa penderitaan berlalu. Bye UAS, welcome holiday!
Cerita sedikit tentang UAS kemarin, jujur aku ngerasa hasilnya kurang maksimal. Karena rata-rata semua tugas besar dikerjakan berkelompok, dan nggak semua anggota kelompok itu rajin, jadi ya gitu deh. Kerja kelompok juga jadi bikin malas, menggampangkan tugas, ngulur-ngulur waktu, akhirnya rempong di H-1 pengumpulan. But I’ve try my best, apapun hasilnya harus siap menerima.

Lupakan soal ujian, mending lanjut nikmati liburan. Ngomong-ngomong liburan, hari ini aku mau cerita tentang liburan bareng sahabat aku. Actually ini liburan tahun lalu sih, cuman baru sempat nulis sekarang.

Jadi sekitar bulan agustus ditahun 2016, sahabat aku Annis pergi ke Malang, dan kita liburan singkat selama satu hari. Karena kita berdua pingin banget naik wahana, akhirnya kita memutuskan buat pergi ke Jatim Park 1.




Untungnya waktu kita kesana pengunjung nggak rame banget, jadi kalau mau foto nggak bakalan ada orang yang nggak dikenal entah siapa tiba-tiba nongol difoto, dan kalau mau naik wahana juga nggak perlu lama-lama buat antri.




Pertama kali masuk ke Jatim Park kita langsung aja tuh berburu foto. Bayangin kita menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam cuma buat foto-foto dan belum naik wahana sama sekali.

Dari ratusan foto kayaknya ini yang paling bagus haha

Udah puas foto-foto kita lanjut buat naik wahana pertama. Untuk wahana pertama ini aku nggak tau apa nama namanya. Semacam kereta tapi di atas ketinggian 15 meter gitu, wahana ini nggak secepat roller coaster, kira-kira 5 km per jam. Kelihatannya sih nggak serem, tapi waktu udah diatas, kita (lebih tepatnya aku) teriak-teriak takut.








Setelah naik kereta, niatnya sih mau naik roller coaster, tapi aku nggak mau soalnya takut haha. Sebenarnya aku kayak punya trauma gitu. Gara-gara kenangan buruk naik roller coaster sekitar 5 tahun yang lalu. Dulu dikota lama tempat aku tinggal, lagi ada pembukaan wisata liburan dan wahana rekreasi (nama tempat dirahasiakan). Karena itu hari pertama jadi semua wahana bisa dinaikin dengan harga yang cukup murah. Setelah ngeliat ada wahana roller coaster akhirnya aku sama temen-temen penasaran dan pingin nyobain. Roller coasternya nggak besar banget, lintasannya juga pendek. Mungkin karena itu safety untuk pengguna sedikit diabaikan oleh pihak pengelolanya. Setelah antri dan giliran kita buat naik, kita baru sadar ternyata Roller coaster ini nggak ada safety belt nya. Aku nggak ngerti sih gimana kalau naik roller coaster yang lain ada atau nggak. Jadi diroller coaster itu cuma ada semacam penahan dari besi buat menjaga badan kamu nggak tergoncang waktu wahananya berjalan. Tapi penahan itu menurut aku nggak layak karena kurang kuat, dan tetap bikin badan kamu terombang ambing waktu diatas. Karena udah terlanjur yaudah lah ya dinaikin aja berdoa semoga nggak kenapa-kenapa.

Waktu wahananya udah jalan, Gilaaaaaa rasanya nyawa melayang, terombang ambing, kaki aku kebentur kayak sakit gitu. Berasa sesak nafas. Dua menit menegangkan dalam hidup. Dua menit pengalaman yang bikin aku nggak berani naik roller coaster lagi sampai sekarang. Setelah turun dari situ tangan sama muka langsung pucat.

Lima tahun berlalu, aku sempat tanya temen aku gimana kabar wahana traumatic itu. Katanya tempat itu sekarang sudah ditutup karena nggak layak dan mungkin sepi pengunjung. Tingkat keamanan wahananya juga kurang memenuhi standard. beruntung dulu nggak kenapa-kenapa dan nggak berakhir kayak film final destination, naudzubillah. Gara-gara kejadian itu, tiap liat roller coaster udah mual dan parno duluan.

Lanjut cerita Jatim Park, karena nggak jadi naik roller coaster, kita memutuskan buat masuk ke Rumah Hantu. Padahal sahabat aku ini orangnya paling anti sama segala sesuatu yang namanya horror, tapi akhirnya aku ngerayu dia buat masuk haha sorry nis. Jujur sebenernya aku juga takut sama hal-hal berbau horror, jadi waktu masuk kesitu kayaknya aku cuman tutup mata, teriak-teriak dari pintu masuk sampe nemuin pintu keluar. Pas keluar dari rumah hantu sok cool gitu kayak nggak terjadi apa-apa, padahal didalam sana udah kayak orang gila.
Gelap ya, namanya juga rumah hantu

Setelah capek naik wahana kita pun nyari tempat istirahat. Cuma dua wahana yang sempet dicoba kita udah capek banget. Mungkin karena efek teriak yang berlebihan. Cupu banget haha. Didekat food court ternyata ada toko buat beli oleh-oleh. Tempatnya kecil dan lucu banget, interior tokonya ala-ala vintage. Barang yang dijual sih nggak banyak. Cuma beberapa kaos, baju, gantungan, dll.







Terakhir sebelum pulang kita naik wahana semacam ontang anting gitu. Lumayan lah, bisa ngeliat pemandangan jatim park di atas ketinggian kurang lebih 20 meter. Tapi lama-lama naik itu bikin pusing dan mual.
Foto yang diambil dengan penuh perjuangan karna takut kamera terbang


Berakhir wahana ontang-anting berakhir juga liburan kita di Jatim Park. Sedih sih karena belum sempat nyobain semua wahana gara-gara parno duluan. Ngerasa nggak enak sama temen aku karena dia udah rela luangin waktu buat liburan bareng, eh aku nya malah nggak bisa nemenin dia naik semua wahana. Maaf kan temenmu yang penakut ini ya hehe, next time kalau ada kesempatan liburan lagi, pokoknya harus berani naik.

Me & My Best Friend

You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram