a Good Lecturer

8:13 AM


Beberapa hari yang lalu saya dan teman perkuliahan saya mendapatkan sebuah tugas untuk dipresentasikan. Dalam proses pengumpulan data dan pencarian bahan materi kelompok kami mendapat kesulitan dalam pemahaman materi tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk asistensi dan bertanya kepada dosen mata kuliah yang mengajar mengenai materi tersebut. 

Sayangnya karena waktu sudah sore, dosen tersebut tidak ada diruangan dan akhirnya kami pun mencari alternatif asistensi dengan dosen lain yang kira-kira mengerti atau berkaitan dengan pembahasan materi yang kami bingungkan.

Sebut saja bapak A. 

Awalnya kami agak sedikit takut dan sungkan mau asistensi dengan bapak A, karena waktu itu sudah sangat sore dan kampus mau ditutup, tapi berhubung kami sangat butuh penjelasan dari beliau akhirnya kami nekat.

Untungnya beliau bersedia membantu kelompok kami dan mau menjelaskan teori yang kami belum pahami.

dannnnnnn ternyataaaa
Beliau sangat baik dan sangat membantu tugas kami. Beliau rela menjelaskan materi kuliah yang bahkan bukan mata kuliah yang beliau pegang. 
Hampir setengah jam lebih beliau memberikan penjelasan terkait materi tersebut, mencarikan kami referensi, bahkan jurnal terkait.
Disitu kami merasa sangat terbantu, dan berterima kasih banyak kepada beliau. Kenapa? karena sangat jarang kami menemukan dosen yang mau menjelaskan materi panjang lebar kepada mahasiswa terutama diluar jam perkuliahan.
Jujur selama 3 tahun berkuliah, saya belum pernah bertemu dosen yang tidak pelit ilmu, bukan belum tapi jarang. Maaf bukan berarti saya menganggap dosen lain tidak mau berbagi ilmu, tapi ini hanya opini saya saja karena kebanyakan pengajar atau dosen itu lebih menyuruh mahasiswanya untuk mandiri.

"Ya kamu cari sendiri lah, mahasiswa itu harus mandiri"

Kalimat tersebut yang terkadang membuat mahasiswa itu takut atau malas untuk konsultasi dengan dosen. Ya kalau jawabannya sudah seperti itu buat apa lagi kita bertanya. Buat apa konsultasi kalau tidak memberi solusi. Karena persepsi seperti lah yang terkadang membuat saya berpikir 
"ah nanti kalau saya menjadi guru atau dosen saya juga mau menyuruh mahasiswa saya seperti itu, masa harus dituntun terus, ya mandiri dong, usaha sendiri, namanya juga mahasiswa"

Namun ketika konsultasi dengan bapak A, pemikiran saya dan teman saya terhadap cara atau bagaimana menjadi pengajar yang baik itu berbeda. Memang ada kalanya mahasiswa harus mandiri, namun ada juga waktunya dosen memberi sebuah masukan, menjelaskan secara lebih rinci kepada mahasiswa. Kalau dosen malas menjelaskan dan lebih cendurung menyuruh mahasiswa untuk selalu belajar mandiri, ya buat apa kuliah mahal-mahal, wong semuanya bisa dicari di google, bisa dicari secara mandiri.

Hal lain yang membuat saya dan teman saya senang ketika berkonsultasi dengan beliau adalah bagaimana beliau bisa mengayomi mahasiswa. 
Pernah ga sih kalian merasa takut untuk konsultasi dengan dosen, karena perkatanyaannya yang cukup menyayat hati, membuat kalian berpikir seolah-olah kalian lah mahasiswa terbodoh, dan ga tau apa-apa, ga pernah membaca, ga pernah belajar, ini aja gatau, itu aja gatau, etc.

Memang ketegasan itu perlu, tapi tidak semua mahasiswa bisa dididik dengan cara yang seperti itu, hal ini seakan-akan membenarkan persepsi bahwa "dosen selalu benar, dan mahasiswa selalu salah".

Terima kasih bapak, catatannya sangat membantu :')

Mungkin setiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang pengajar yang baik itu seperti apa, namun kalau menurut saya dosen yang baik itu seharusnya bisa mengayomi mahasiswanya, mampu memberikan solusi tidak hanya kritik tanpa ada pemecahan masalah. Bukan hanya menyodorkan masalah, tapi juga memberi saran yang bisa membangun mahasiswa. Memang mahasiswa harus mandiri, tapi pemikiran mahasiswa ya tetaplah mahasiswa, membutuhkan pengajar untuk memahami materi yang diajarkan.


You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram