Happiness is a Choice

6:51 AM


Setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan sesuatu. Kebanyakan orang ketika kesal maka dia akan marah, ketika sedih dia akan menangis, dan ketika bahagia maka dia akan tertawa. Akhir-akhir ini merasa kesel sama diri sendiri, bukan akhir-akhir ini sih, bahkan tiap hari.

Jujur, aku adalah tipe orang yang susah mengekspresikan perasaan dihadapan orang lain, kalau lagi sebel atau marah sama orang, aku ga bisa bilang atau jujur ke orang itu, yang ada cuman memendam rasa amarah itu, akhirnya malah jadi kesel sendiri dan berujung nangis.

Kadang aku iri dengan beberapa orang disekitarku yang dengan mudah meluapkan perasaannya. Kalau dia marah dia bisa marah, kalau dia ga suka dia bisa menolak. Mereka bisa meluapkan emosinya, curhat di sosial media, abis itu udah, berasa plong, masalah kelar. 
Kenapa aku ga bisa seperti itu? Apa susahnya sih ngungkapin perasaan sendiri, jujur dengan diri sendiri.

Allah memang tidak suka dengan sifat pemarah, tapi bukankah sabar ada batasnya? kita juga manusia yang punya perasaan, ada saatnya kita harus mengeluarkan dan meluapkan emosi tersebut. Mungkin memang aku yang salah, kurang bisa mengekspresikan perasaan, terlalu tertutup.

Aku sering sekali bercerita dengan sahabatku, dia yang selalu bilang bahwa memendam perasaan itu ga baik, kamu harus jujur. Kalau kamu ga suka kamu harus berani bilang ga suka, kalau kamu ga mau kamu harus berani bilang tidak. Iya aku coba, tapi mungkin karna belum terbiasa ya susah, rasanya kaya udah melakukan sesuatu yang jahat ke orang lain atau menyakiti hati orang lain, padahal penolakan itu tidak semuanya mengarah kepada sesuatu yang negatif kan?

Setiap hari selalu bilang "gapapa" padahal sebenarnya ada apa-apa. Takut, kalau mengungkapkan apa yang sebenarnya aku rasain mereka mungkin akan menjauh, sungkan, atau bahkan pertemanan yang dulunya baik-baik saja menjadi renggang.

Terlahir jadi orang yang baik emang menyenangkan. Siapa sih yang ga mau jadi orang baik. Tapi sadar ga, kamu itu ga bisa bikin semua orang bahagia, yang ada justru kekecewaan dan menyakiti diri sendiri.
Kadang aku takut disebut sebagai orang yang tidak berempati, terkesan tidak peduli, tidak peka, sombong, bahkan anti sosial. Sehingga akhirnya selalu berkata 'iya' dan menolak berkata 'tidak'. 

Pada akhirnya kita ga bisa bikin semua orang bahagia, kita tidak bisa memaksakan diri kita untuk menjadi apa yang orang inginkan. Kamu harus sadar, you can't make all people happy, it's imposible to make everyone please.

Perlu berpikir dua kali buat post tulisan ini, hari ini ada tapi mungkin kalau berubah pikiran tulisan ini bakalan dihapus, dasar labil. Karna emang aku bukan tipe orang yang suka curhat disosial media, berbagi keluh kesah, berbagi perasaan ke orang lain.Takut dibilang labil, takut dibilang lebay, atau bahkan takut dibilang belum dewasa.
Mungkin aku terlalu memikirkan 'kata orang'. padahal ini kan hidup kamu, bukan mereka yang menjalani, selama itu bikin kamu bahagia why not! 

You can't be afraid of what you're going to say cause you're never going to make everyone happy. Life is too short to dwell on what eventually won't matter. Life each day like it's your last and make yourself happy, because in the end that's worth it. 


You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram