Unspoken Words

10:22 AM


Sangat-sangat kesal ketika kebaikan atau keramahan seseorang disalah artikan sebagai sebuah perasaan suka. Heran kenapa generasi sekarang mudah baper, dan selalu merasa di php.

Sekarang kita hidup di zaman ketika tulus dianggap modus, ramah dianggap murahan, diam atau cuek dianggap sombong, dan romantis dianggap baper atau galau.

Btw kata-kata ini aku kutip dari tulisan salah satu blog sahabat aku.

"Tolong hargai dan hormati pilihan seorang perempuan ketika dia mau beristiqamah dan menjaga diri. Ketika seorang perempuan menjaga jarak dengan seorang laki-laki, bukan berarti perempuan itu tidak menginginkan hubungan yang lebih, atau bukan berarti perempuan itu sombong. Perempuan yang ingin menjaga pandangannya dan menghindari hubungan yang tidak seharusnya malah dikatakan sombong, apakah kamu laki-laki mau menanggung dosa perempuan yang tidak bisa menjaga pandangan dari yang bukan muhrimnya?" http://aflannisa.blogspot.co.id/2017/04/the-intelligent-have-plans-wise-have.html

Ada sebuah cerita, mungkin kamu pernah mengalaminya.

Seorang perempuan tiba-tiba di chat oleh teman laki-lakinya. Awalnya tidak ada yang aneh, si perempuan menjawab seperti biasanya, merespon dengan baik dan ramah. Namun semakin hari entah kenapa perbincangan itu, yang intensitasnya dari jarang, menjadi sering. Yang dibahaspun bukan suatu hal yang penting, tapi lebih mengarah ke suatu hal yang bisa dikatakan 'modus'. Seperti menanyakan

"kamu lagi apa"
"kamu lagi dimana"
dan pertanyaan ga penting lainnya, yang sebenernya ga perlu ditanyakan.
Si perempuan bingung harus bersikap bagaimana. Akhirnya diapun tetap merespon seperti biasa, husnudzon aja,  mungkin cuman perasaannya. 

Tapi semakin hari, perbincangan itu terus saja berlanjut. Dia tau ini salah, tapi dia ga mau di katakan sombong, sok jual mahal, atau cewek ke GR an.
Si cewek mau bilang ke cowok kalau dia ga suka kan juga ga mungkin, lah si cowoknya juga cuman modus doang.
Sampai akhirnya sampailah pada titik kesabaran, dimana si temen cowok itu menyalah artikan kebaikan si cewek yang ramah kepadanya. Si cowok malah berpikir bahwa si cewek itu memberikan lampu hijau. Dia menganggap bahwa si cewek juga suka kepadanya. Tidak cuma satu orang yang tau, berita si cewek suka temen cowoknya ini jadi menyebar ke temen lainnya. Akhirnya si cewek kesel dan memutuskan hubungan silaturahmi dengan si cowok, menjaga jarak, tidak pernah ngobrol, and then si cowok anggap cewek itu PHP, sombong, ke GR an.

Serba salah dah. Ramah ke semua orang dibilang gampangan, centil. Kalau ga ramah dibilang sombong. Oh dude please she's just human being who tried to being nice with everybody no matter you adek tingkat, temen seangkatan, senior, mas-mas, abang-abang, etc. 

Kesalahan terbesar generasi masa kini adalah terlalu baper, dan ngarep. Ingat, no matter how she/he treats you, you shouldn't baper. Diramahin dikit baper, dicuekin dikit baper, hadeh.  
Saat seseorang memutuskan untuk merespon dan bersikap ramah bukan berarti dia suka. Ntar giliran dicuekin langsung deh dikatain tukang php.

Baper boleh lah, dikit aja dan kalau bisa jangan heboh gitu di share kemana-mana. Cukup dirimu aja yang tau. Until now aku juga mulai membatasi untuk membalas chat-chat yang mengarah ke hal-hal yang tidak penting, bukan sombong, sok cantik atau sok jual mahal. Karena jujur, ketika berada dalam posisi tersebut aku juga bingung harus bersikap bagaimana. Sebisa mungkin berusaha tetap menjadi orang yang baik, ramah, tidak php tentunya. 
Jadi jangan heran, kalau aku balas chat bisa satu, dua, tiga hari, seminggu, atau mungkin cuma di read. Karna aku udah kapok kebaikan disalah artikan, ga mau dikatain php, dan juga aku ga mau merusak tali silaturahmi, based on my experiences.

Habis ini bakalan ada yang ga setuju dan bilang
"Namanya juga suka, PDKT, kalau ga usaha gimana mau jodohnya"

Oh dear believe me, jodoh, rezeki, maut semua udah di atur sama Allah. Jangan takut ga kebagian cew/cow. 

"Trus usahanya harus gimana? Gimana mau kenal kalo ga chat dsb?"

Usahanya ya mendekatkan diri dengan Allah. Dekati sang pemilik hati dulu. Berdoa biar dia jodoh kamu. Memantaskan diri. Kalau jodoh percaya deh pasti suatu saat ada momentnya kalian dipertemukan, insyaallah dengan cara yang benar, yang hallal.

Sok alim banget. Ya ga apa-apa lah dari pada sok kafir :')

That's my opinion karna jujur i'm kind of person yang ga suka dichat modus, tebar kode kesana kemari bcos i know i'm not teenager anymore. i'm 21 yo. Masih banyak hal-hal lain di dunia yang belum tercapai dan belum dikerjakan. it's ok to chat me but i prefer to reply or membahas sesuatu yang lebih bermanfaat, berbobot, mau itu tentang politik, sharing informasi, bahas harga cabe yang naik lah everything yang penting bukan modus, dan bukan basa basi ga penting seperti "kamu lagi dimana, dengan siapa, udah makan belum". 





You Might Also Like

1 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram