Everyday Disorder

11:47 PM

Suatu cerita yang sangat susah di jelaskan, susah diceritakan, mungkin karna terlalu rumit, bukan sesuatu yang penting, tapi kadang mengganjal. Saking rumitnya bahkan sesuatu yang awalnya tidak berhubungan itu lama kelamaan jadi seperti suatu masalah yang jika dirangkai bermula dari hal yang sama.
In a daily life, there’s a woman on the outside of her private space, she faces and experiences the existence of the urban space, which is also experienced by other humans. They, who are inside those everyday space, do not know about each other. She realizes that now she is in the middle of strangers.

In everyday life, there are so many people who place their private space in public space, and then make that place as disorderly space. 


Manusia dan ruang adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena manusia dan kegiatan yang terjadi di dalamnya membentuk sebuah ruang. Begitu juga ruang. Ruang tercipta karna adanya suatu kegiatan yang terjadi didalamnya. Keruangan suatu ruang tersebut dipengaruhi oleh manusia yang berkegiatan di dalamnya

Ruang bukan soal ada atau tidak. Tapi ruang ada karna terjangkau atau tidak.

Manusia haruslah bisa menerima kenyataan bahwa ada manusia lain disekitarnya. Kenyatannya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan saling membutuhkan satu sama lain. Manusia butuh interaksi. Manusia butuh ruang.

Dis-order. Mungkin kata ini lebih sering digunakan dibidang medis. Biasanya menggambarkan suatu ketidak normalan, penyakit, gangguan, perilaku yang menyimpang, atau sesuatu yang intinya perlu dihilangkan.

Space Disorder. Apa ruang itu yang menjadi pelakunya? Atau justru dia yang jadi korbannya? Suatu perilaku yang dilakukan diwaktu tertentu, ditempat tertentu, menciptakan suatu ruang. Ketika suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu individu pada waktu yang tidak tepat, sehingga membuat perilaku yang dilakukan tersebut dirasakan tidak nyaman oleh orang-orang yang berada disekitarnya. Terciptalah sebuah disorder.

Ketika sebuah ruang telah dianggap sebagai sebuah disorder. Maka orang-orang akan merasa tidak nyaman dan berusaha meninggalkan ruang tersebut. Orang lebih memilih untuk meninggalkan ruang itu, karna merasa sudah tidak aman dan tidak nyaman.

Tapi ada juga beberapa yang memutuskan untuk tetap tinggal disana. Entah karna terpaksa, terdesak atau memang sudah tidak ada pilihan. Kadang keputusannya untuk tetap berada ditempat itu membuat dia menjadi ikut terpengaruh, ikut menjadi pelaku disorder. Lama kelamaan disorder ini semakin luas dan meluas, menciptakan sebuah ruang yang lebih luas lagi.



Dia sangat bingung. Haruskah dia tetap tinggal, pergi, atau mungkin mencoba untuk menghilangkannya.


You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram