Rentang Kisah by Gitasav

6:47 PM


Sebenernya buku ini udah lama selesai bacanya. Baru beli, dan 2 jam kemudian langsung tamat, karna emang bagus. Mungkin karna buku ini diperuntukkan buat remaja-remaja seusiaku makanya buku ini jadi ngena banget.

Kenal kak Gitasav ini pertama kali di youtube, hehe bukan kenal secara langsung ya. Jadi pertama waktu lagi liat video diyoutube tiba-tiba ada rekomendasi video kak Gita. Video pertama kak Gita yang pertama aku liat itu kalo ga salah tentang "kuliah dijerman". Kebetulan aku emang suka banget liat video orang-orang yang study abroad.

Pas pertama kali liat biasa aja, maksudnya ga ada sesuatu yang wow gitu, tipikal vlog pada umumnya. Sampai akhirnya nontonin semua videonya diyoutube dan nemu konten tentang beropininya kak Gita. Mulai dari situ deh jadi kagum sama pemikirannya kak gita. Gimana cara dia menyampaikan pendapat, gimana cara dia beropini. Disitu aku juga ngerasa satu frekuensi gitu sama kak gita. Rasanya apa yang dia pikirin itu sama banget sama apa yang aku rasain.

Akhirnya aku ngikutin setiap update nya kak gita, mulai dari vlog, instagram, dan rajin juga baca tulisannya diblog. Pas tau kak gita mau rilis buku, ga sabar banget mau beli dan baca.

Buku rentang kisah ini nyeritain gimana kehidupan kak gita mulai dari dia SMA sampai kuliah, dan bagaimana kehidupan itu bisa ngubah cara berpikirnya terhadap dunia. Yang aku suka ketika baca buku ini adalah isinya yang tidak menggurui. Karna banyak sekali beberapa buku yang kesannya itu menggurui banget lah pokoknya, sedangkan buku rentang kisah ini rasanya seperti temen gitu, dan sama sekali ga ada tulisan yang menggurui.

Pokoknya banyak banget sih kisah-kisah inspiratif dan pembelajaran hidup yang diceritakan dibuku ini, dan yang paling aku suka adalah pas bagian pembahasan tentang belajar menerima takdir.

Dari buku ini aku belajar kalau ga semua apa yang kita inginkan dalam hidup ini bisa terwujud. Terkadang kita harus belajar ikhlas.

"Untuk kali pertama aku belajar caranya ikhlas dan berprasangka baik atas jalan yang Allah kasih. Mungkin ini cara dia untuk mendewasakan aku. If so, then I've learned my lesson" (Rentang kisah, hal 49)

Aku emang bukan tipe orang yang suka melakukan sesuatu tanpa direncanakan tapi bukan juga tipe orang yang selalu melakukan segala sesuatu dengan pertimbangan. Kadang itu yang bikin aku jadi terlalu ambisius. Kalau ada keinginan ku yang ga tercapai aku bakal marah sama diri aku sendiri. Emang bener sih kalo kata kak gita, buah yang manis itu ga akan bisa didapat tanpa usaha yang maksimal. Pernah muncul perasaan iri dalam diri sendiri, ketika ngeliat apa yang orang lain rencanakan itu selalu berhasil, sedangkan aku ga. Padahal udah usaha mati-matian. Kalau emang usaha ga akan membohongi hasil, kenapa itu ga berlaku buat aku?

Setelah membaca tulisan kak gita, rasanya aku jadi tertampar.


"Sekarang, setelah semua ini clicked, aku selalu bilang kepada diri sendiri untuk menikmati prosesnya dan menikmati apapun hidup yang diberikan. Akupun selalu bilang kepada diri sendiri untuk selalu percaya dengan apapun yang Allah swt kasih. Karna hal tersebut semata-mata hanya untuk kebaikanku sendiri". (Rentang kisah, hal 158)

Ternyata ada beberapa hal di dunia yang ga bisa kita ubah. Memang itu bukan kuasa kita, bukan takdir kita. Begitulah hidup yang sesungguhnya. Penuh suka duka. Semua itu yang bisa membuat manusia jadi lebih dewasa. Bener banget sih kalau proses itu yang paling penting. Kadang sikap ambisius itu yang bikin kamu lupa gimana caranya menikmati hidup. Dinikmatin aja :')

Terkadang ga semua apa yang kita mau dalam hidup ini berjalan mulus. Banyak batu-batu, kerikil-kerikil. Selalu aja ada masalah buat sampai tempat tujuan.

Kita emang harus ikhlas. Seberat apapun masalah yang kamu hadapi, cobaan yang ada, kalau kamu berusaha ikhlas dan bersyukur semua itu ga bakal terasa seperti beban.

Beberapa hari yang lalu aku ngerasa kayakanya hidupku itu selalu aja ada masalah. Kata orang sih ketika menginjak umur 20 tahun keatas, kita bakalan tau gimana beratnya hidup, mulai muncul masalah, mulai kepikiran tentang beban dan tanggung jawab. Aku ngerasa kayaknya apa yang aku mau selalu ada hambatan, selalu ada aja cobaannya. Kadang aku mikir apa aku ini lagi kena karma, kurang ibadah, apa gimana ya?

Kayaknya belakangan ini aku kebanyakan nangis. Emang sih nangis ga bisa nyelesaiin masalah.

Mungkin aku nya aja yang terlalu berpikir jangka panjang. I Think, I think too much. Padahal kalau semua itu dilihat dari segi positifnya, disyukurin, dan di iklasin ga bakal bikin hati jadi berat. Inget magic word "bersyukur & ikhlas".

"everything happens fo a reason" Kata-kata ini yang selalu aku inget, kalau emang semua yang terjadi dihidup kita ini pasti ada alasannya.

Terakhir ini kutipan dari salah satu buku kak gita yang paling aku suka

Whatever that may come, you and I just need to do well, be nice to ourselves, to people around us. Because we are given only once chance. We only live once.

The key to live a happy life is to always be grateful and don't forget the magic word: ikhlas, ikhlas, ikhlas. (Rentang kisah, hal 161)

Mungkin buku ini bukan review buku rentang kisah sih hehe, lebih tepatnya cuma menceritakan beberapa point yang aku dapat setelah baca buku ini. Rekomen banget lah pokoknya.



You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram