Pengalaman Naik MRT dan Bus di Singapura!

1:19 AM


Halo kali ini mau cerita tentang pengalaman naik MRT (Mass Rapid Transit) dan Bus yang merupakan sarana transportasi umum di negara Singapura. Sekitar bulan November tahun 2017 kemarin aku ada kegiatan field study di negara ini. 

Seneng banget untuk kedua kalinya bisa berkunjung ke negara ini lagi. Terakhir kali kesini waktu kelas 2 SMA pas ada kegiatan study tour juga. 

Gimana keadaan Singapura setelah lima tahun terakhir aku berkunjung? 

Jangan ditanya deh yang pasti tambah keren ya. lima tahun lalu aja udah keren, gimana yang sekarang!

Dulu waktu kesini kita pakai jasa tour travel jadi ga sempat nyobain naik MRT, bus, atau transportasi umum yang ada di negara ini. Nggak tau juga sih transportasi ini waktu itu udah ada apa belum.

Perjalanan menggunakan MRT atau bus merupakan pelajaran dan pengalaman yang harus banget karna dengan itu kita bisa mengetahui bagaimana pengaturan sistem transportasi di negara maju. Semoga di Indonesia suatu saat bisa seperti ini juga ya.

Mass Rapid Transit yang ada di Singapura ini katanya yang paling maju di negara Asia Tenggara loh! Terdapat lima jalur yang diwakili oleh warna yang berbeda-beda. Ada east west line (green line), north south line (red line), north east line (purple line), dan downtown line (blue line).

How To Buy The Tickets 

Ada dua macam pembayaran untuk membeli tiket MRT yakni uang tunai (cash) dan stored value cash (cashless). Sebenarnya waktu itu aku ga ikut buat beli tiketnya sih hehe. Jadi waktu itu udah ada salah satu temen panitia yang beli Singapore Tourist Pass (STP) untuk rombongan, tapi ya agak ngerti dikit lah cara belinya gimana setelah browsing.

Kalau mau beli dengan membayar tunai caranya kita tinggal menghampiri salah satu ticket vanding machine yang ada di setiap stasiun. Kalau  bingung tempatnya dimana bisa tanya ke orang, security atau bisa juga melihat papan penunjuk arah yang cukup jelas.

Untuk pembelian tiket dengan cashless ada dua jenis yang bisa digunakan yaitu Ez-Link dan STP (Singapore Tourist Pass). Ez-Link berlaku sampai lima tahun dan harus di isi kalau saldonya habis. Jenis tiket seperti ini sangat cocok buat orang-orang yang sering bolak-balik Singapore atau tinggal disana. Nah kalau kalian yang mungkin cuma ke Singapore seminggu atau hanya beberapa hari untuk liburan mending sih beli STP aja. Ez-Link bisa digunakan jika ada saldonya, berbeda dengan STP yang bisa digunakan sepuasnya, namun hanya dalam jangka waktu tertentu.

penampakan tourist pass

STP ini tersedia dalam beberapa pilihan, ada yang 1 days, 2 days, dan 3 days dengan harga 10USD, 16 USD, dan 20USD plus deposit 10USD per kartu yang nanti akan dikembalikan saat kartu sudah habis masa berlakunya. Waktu pengembalian kartu ini hanya berlaku lima hari setelah jangka pemakaiannya habis, so jangan sampai telat atau hilang tourist pass nya, kan lumayan tuh deposit 10USD.

Oh ya tourist pass ini ga hanya berlaku buat naik MRT doang tapi juga bus. Pokoknya berlaku untuk transportasi umum di Singapura, kecuali transportasi monorail, itu tidak bisa dan harus beli lagi. Btw satu kartu hanya bisa dipakai buat satu orang, jadi jangan coba ngakalin buat dipake rame-rame ya!

How To Ride

Caranya naik MRT gimana?
Gampang tinggal nunggu pintu dibuka, masuk, selesai. 
YOU DON'T SAY!

Jadi guys hal penting yang harus diperhatikan sebelum naik MRT adalah peta. Yup peta sistem MRT Singapore yang ada line warna-warnanya gitu. Jadi ikuti line sesuai dengan arah tujuan kalian. 
Singapore MRT system maps

Hal yang paling pertama dilakukan adalah tentukan tujuan. Setelah itu masuk entry gate, tap STP yang ada di tangan kita. Biasanya nih kalau arah tujuan kita hanya dilalui satu jalur, maka kita tinggal berjalan ke arah peron (platform) sesuai tujuan. Nah kalau stasiun keberangkatan kita dilalui titik pertemuan dua jalur atau lebih, maka kita akan diarahkan untuk berjalan menuju peron sesuai jalur tujuan kita, lalu tinggal menentukan peron sebelah mana yang sesuai dengan jalur kita. Hmm keliatan ribet ya kalau ditulis, sebenernya gampang kok kalau di alami secara langsung!


entry gate


Perhatikan tempat kita mengantri, berdiri di belakang garis kuning yang mengapit alur keluar kereta, jangan berdiri di depan pintu keluar karna akan menghalangi jalan orang-orang. Jarak interval tiap kereta biasanya 3-7 menit. Pintu kereta membuka dan menutup secara otomatis setiap 30-60 detik. Jadi kalau kamu telat bakalan ditutup dan kejepit kalau maksa tetep masuk. Ketika bel tanda bahwa pintu udah mau ditutup jangan memaksakan diri untuk masuk, mending nunggu kereta selanjutnya. Di kereta kita juga tidak boleh makan, minum, merokok, membawa binatang peliharaan ataupun senjata tajam.

Yang aku suka selama naik MRT ini orang-orangnya baik dan selalu tau mana yang lebih prioritas untuk mendapatkan tempat duduk. Biasanya kalau ada orang-orang yang dapat tempat duduk, mereka secara suka rela akan memberikan tempat duduk mereka kepada orang yang lebih tua, wanita,  ibu-ibu, ibu hamil, anak-anak, lansia, atau pengguna yang difabel. Beda lah kalau di Indonesia, mau lu tua, sakit, hamil, pokoknya kalo lu telat dan ga dapet tempat duduk ya resiko, They don't care.




Oh iya saat menggunakan eskalator, berdirilah dibaris sebelah kiri. Baris sebelah kanan itu digunakan untuk orang yang terburu-buru. Kebiasaan orang Indonesia kan kalo naik eskalator berdirinya suka sembarangan, kalau disini jangan gitu ya!

Station Facilities

Station MRT biasanya dilengkapi dengan supermarket, kedai makanan, kedai minuman, toilet, peta system, ATM, dan loket passenger service. Stasiun ini letaknya underground (dibawah tanah) eh apa ada juga yang melayang ya? Pokoknya keren banget sih sumpah, nyaman, bersih, dan aman dari copet (so far).


 
but first lemme take a photo hehe

Bus

Kalau kalian males naik turun ke stasiun, jalan kaki menuju petron tujuan, emang kayaknya lebih enak naik bus. Enaknya naik bus di Singapura itu ga macet, mudah, dan nyaman. Kita tinggal masuk melalui pintu depan dan tap STP yang kita punya. Nanti keluarnya melalui pintu belakang dan jangan lupa ya tap lagi STP nya. Jujur kalau bus ini aku kurang ngerti sih jalur-jalurnya, ngikut aja naik bareng rombongan hehe. Katanya sih anak-anak pada pake google maps buat tau arah tujuan.

Nah sama kayak kereta, bus ini juga dibatasi durasi waktu tertentu. Jadi berangkatnya ga bakal ngaret. Penuh nggak penuh, ini bus bakal tetep berangkat. Oh iya selain pakai tourist pass kita juga bisa bayar langsung dengan uang cash, tapi jangan harap ada kembalian ya, jadi kalau mau bayar cash mending uangnya pas.



Itu dia pengalaman naik transportasi umum selama liburan (anggap saja liburan) di Singapura. Seneng banget karena dengan pengalaman ini jadi lebih tau gimana rasanya hidup di negara maju, hitung-hitung belajar kali aja S2 nanti bisa tinggal di negara maju yang sistem transportasinya lebih keren dari Singapura, Aamiin!

You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram