My Thoughts About Terrorism

10:50 AM



Recently we've been boombarded on every media channel with image of killing, destruction and maiming. People thinking up the sickest ways of hurting innocent people. In this is happened, again, in our country!

Beberapa hari lalu, Indonesia dikagetkan dengan peristiwa serangan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo yang dilakukan oleh sekelompok anggota keluarga. Kejadian pertama dilakukan oleh pasangan suami istri dan empat orang anaknya dengan menargetkan tiga gereja di Surabaya.Tak hanya itu, ternyata tragedi peledakan bom terjadi lagi disalah satu rusun yang terletak di Sidorarjo. Peristiwa kedua ini juga dilakukan oleh sekelompok anggota keluarga. 
Belum selesai, besoknya serangan bom bunuh diri terjadi lagi, dan lagi-lagi dilakukan oleh sekelompok keluarga yang menargetkan Mapoltabes Surabaya. Baru pertama kali ini di Indonesia ada kasus teror yang dilakukan oleh wanita dan anak-anak. Ya Allah :(

Banyak sekali korban meninggal dan luka-luka akibat serangan bom ini, karna emang peristiwa ini terjadi pada hari minggu, pas rame-ramenya umat kristiani beribadah.
Sedih, pengen nangis.
Heran.
Kenapa mereka tega berbuat sesuatu yang jauh dari rasa kemanusiaan?
Apa coba yang ada dipikiran orang-orang pelaku bom bunuh diri ini?
Kok bisa sih orang-orang itu punya pemahaman se-ekstrem itu? Apalagi dalam melakukan aksinya mereka mengajak wanita dan juga anak-anak yang umurnya masih sangat belia.

Ga tau kenapa 'orang-orang' itu nekat dan menggebu-gebu melakukan aksinya. Menurut beberapa sumber informasi, salah satu motif kelompok ini melakukan pemboman karna merasa marah pimpinan kelompok mereka (JAD) yang ditahan dalam kasus pendanaan militer Aceh, harusnya udah keluar dari bui bulan agustus, kini ditangkap lagi karna dugaan kasus pendanaan bom Thamrin tahun 2016 silam. Mungkin ini sebabnya kenapa mereka juga menyerang Malpotabes Surabaya.

Buat yang belum tau, JAD (Jamaah Ansharut Daulah) merupakan salah satu organisasi islam di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2015. Organisasi ini terindikasi sebagai salah satu organisasi teroris oleh Amerika Serikat, anggotanya terdiri dari kelompok ektremis yang setia kepada Abu Bakr al-Baghdadi which is pemimpin ISIS.

Hm oke ISIS lagi. Jadi emang JAD ini sejalur sama ISIS.

ISIS dari dulu mendamba-dambakan kekhalifahan islam di seluruh dunia. Demi mencapai targetnya, mereka ga segan menggunakan berbagai cara kekerasan yang didasari paham radikal.

Aku ga paham kenapa pemikirian ISIS bisa seserem itu. Mereka secara radikal dan brutal mengatakan dan menuduh suatu kaum bid'ah, sesat, kafir, kepada umat non muslim bahkan kepada umat muslim yang menurut mereka tidak sejalan. Dari perbedaan ideologi dan paham inilah yang melahirkan kebrutalan, tidak segan menyakiti, membunuh, menghabiskan suatu kaum  yang tiap aksinya selalu embel-embel jihad dan fiman Quran.

Teroris ga punya agama. 
Teroris bukan islam. 
Iya emang benar islam tidak pernah mengajarkan umatnya buat ngebom dan menghancurkan umat lain, apalagi sampai membunuh banyak orang. Bukan cuma islam, semua agama lain pasti juga tidak pernah mengajarkan kita menyakiti manusia lain. 
Tapi sedihnya, pelaku bom ini punya agama, dan agama mereka sama kayak aku, islam.

Some people may actually have excessive fears of future attacks, they may have nighmares, they may come fear people who "look like they are muslims".

Sedih kalau islam selalu terlihat buruk dimata orang. 

Ga bisa dipungkiri emang, ada beberapa orang dari agama kita ini yang ideologi dan pemikirannya (maaf) GILA
Lagi-lagi ga abis pikir, sekuat apa sih ideologi itu sampai merubah pola pikir mereka yang mungkin dulunya normal, sekarang malah jadi teroris. Padahal nih, kebanyakan pelaku pemboman itu ibadahnya lancar, solat tiap hari berjamaah selalu di masjid, pakaian tertutup, dan pasti lebih paham soal agama. Tega gitu ngebom, ngebunuh banyak nyawa, mau anak kecil atau wanita, ga peduli!
Mereka niatnya mau dakwah dan menyebarkan agama islam tapi caranya itu loh salah. Mana ada sih orang yang suka kalo diajak dengan cara kasar dan maksa? Apalagi sampai mengancam.

Mereka yang katanya manusia ini, tapi entah kenapa jiwa empati dan rasa kemanusiaannya itu udah mati, diganti sama keyakinan dan tujuan yang kuat, tapi sesat. 
Mereka yang mengkotak-kotakkan manusia lain, yang selalu menganggap perbedaan sebagai musuh. Kelompok yang mudah mengkafirkan orang yang tidak seagama, menganggap sesat orang-orang yang seagama tetapi tidak sefaham dengan penafsiran mereka tentang agamanya harus dilenyapkan tanpa rasa iba.

Pernah nih nonton salah satu dokumentasi wawancara oleh seorang wanita korban penyanderaan ISIS. Nangis dan miris banget denger cerita gimana dia disiksa dan dilecehkan oleh beberapa tentara ISIS secara bergantian, mereka juga dipaksa untuk memeluk islam dan belajar quran, dan yang paling gilanya orang-orang jahat ini selalu bilang kalau perbuatan mereka  "ada dalam Quran dan firman Allah"

Yang lebih herannya lagi ini anak kecil juga jadi korban. Seperti yang kita liat tragedi pemboman kemarin, pelaku mengajak anaknya juga untuk beraksi. Bayangin anak kecil, umur masih 8 tahun. Harusnya diumur-umur segitu mereka main sama temen-temennya, sekolah, becanda bareng. Ga habis pikir, doktrin apa yang dicekokin oleh orang tua mereka, sampe anak yang ga ngerti apa-apa bisa ikut ngelakuin hal mengerikan kayak gitu.

Satu hal yang muncul di otak saat itu adalah, brainwashing. Kalian harus banget liat salah satu video ini, gimana ISIS mencuci otak anak-anak kecil dan mengajarkan mereka buat jadi teroris.




Divideo itu terlihat gimana ISIS merekrut anggota anak kecil. Gimana mereka mengajarkan anak-anak buat memegang senjata, menghadapi musuh, juga mengajarkan ideologi yang jelas-jelas menyimpang. Kegiatan itu mereka lakukan rutin, repetisi, dan benar-benar terstruktur. 
Kalian tau! bahkan pelajaran mulai dari matematika dan ilmu pengetahuan umum lain, materinya sudah disusun sedemikian rupa agar mengarah ke hal-hal yang berbau kekerasan, kehancuran, penyerangan dan itu diajarkan berulang-ulang kali hingga membentuk kepribadian dan pola pikir anak menjadi kasar, kejam, dan pemberontak. Baru kali merinding dan takut ngeliat anak kecil.

Ga heran sih kalau anak dari pelaku pemboman beberapa hari yang lalu punya pemikiran seperti itu. Mungkin sejak kecil orang tua mereka selalu mendoktrin paham-paham yang menyimpang ke anaknya. Kasian, bisa aja anak-anak itu berbuat hal buruk dibawah kontrol mereka karna brainwashing tadi.

As a muslim, I know that my religion teaches peace. Islam dan semua agama tidak ada yang mengajarkan untuk membunuh atau meyakiti umat lain.

"O you who have believed, be persistently standing firm for Allah , witnesses in justice, and do not let the hatred of a people prevent you from being just. Be just; that is nearer to righteousness. And fear Allah ; indeed, Allah is Acquainted with what you do." (5:8)

 

Berlakulah adil. Jadilah manusia yang baik, apapun agamu.

Semoga 'orang-orang' yang pemikirannya menyimpang itu bisa cepat sadar bahwa apa yang mereka lakuin itu salah. Belajar untuk menerima perbedaan dan keragaman. Jangan memaksa kehendak kita terhadap perbedaan suatu paham. Buat para korban yang masih terluka semoga cepat sembuh dan buat korban yang sudah berpulang semoga ditempatkan ditempat terindah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahaan aamin. Terakhir pengingat buat kita semua.

"Dia yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan" 
(Imam Ali Bin Abi Thalib)





You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram