Pengalaman Mengikuti Sayembara Arsitektur

11:47 AM



Hai semua! Kali ini aku mau sharing salah satu pengalamanku memenangkan sayembara arsitektur. Sebenarnya kalau dibandingkan dengan orang lain, pengalamanku ini masih belum seberapa dengan perjuangan mereka di luar sana yang mungkin pernah memenangkan kompetisi arsitektur ditingkat yang lebih tinggi dengan perjuangan yang lebih niat lagi tentunya. Semoga cerita pengalaman aku yang sedikit ini bisa menginspirasi atau mungkin juga bisa membantu mahasiswa arsitektur yang sedang berjuang mengikuti sayembara, tetep berjuang dan jangan pernah menyerah!

Sedikit flashback, aku mau cerita perjalanan sayembara yang pernah aku ikutin. Total aku pernah ikut empat sayembara, dan hanya berhasil masuk final pada percobaan keempat. 

Semester 4 atau 5 kalau ga salah, pertama kali aku daftar sayembara sama temenku. Tapi ya gitu, waktu itu kemampuan kita mengoprasikan software arsitektur masih cetek & cupu banget, masih belum bisa ngerender yang wow banget (sekarang pun aku masih ngerasa kemampuanku standar aja hehe). Kebiasaan kita yang suka menunda-nunda buat ngerjan itu sayembara. Dan salah satu kendala terbesar kita pada saat itu adalah bingung mau mulai dari mana, ya bingung kalo ikut sayembara apa dulu yang harus dikerjain. Akhirnya sampai waktu pengumpulan dekat, progress masih minim dan akhirnya nggak jadi entry, padahal udah bayar biaya pendaftaran.

Disemester 7 aku memutuskan buat ikut sayembara lagi, tapi kali ini sendiri. Kebetulan waktu itu tema sayembara yang aku ikutin sama kayak tugas studio perancanganku disemester 7. Akhirnya aku mikir mending nyoba ikut sendiri aja. 
Lagi-lagi aku gagal masuk nominasi. Wajar sih gagal, soalnya waktu aku ngeliat karya-karya pemenangnya emang bagus-bagus banget! Mulai dari konsep, tampilan, desain, detail, idenya, bener-bener niat ngerjainnya. Nggak kayak aku yang asal aja tinggal edit tugas studio trus ngumpulin. Aku sadar kalau karya aku waktu itu emang nggak layak banget, terutama masalah konsep desain yang kurang matang. Beneran deh konsep desain itu penting banget! Sebagus apapun render dan gambar kalian, kalu konsepnya biasa aja, jangan harap dilirik juri-juri. Hehe jangan pernah lupa aja sih kalu kita ini calon arsitek, bukan tukang gambar!

Masih disemester 7, aku ikut sayembara lagi dan kali ini nggak sendiri. Lagi-lagi disayembara ini kita gagal buat jadi juara. Mungkin karna emang kurang maksimal ngerjainnya, dan oh ya ini sayembara  ditujukan untuk kategori umum. Jadi saingan kita nggak hanya dari kalangan mahasiswa, tapi juga kalangan arsitek yang mungkin sudah professional. Ini nih pentingnya buat memilih sayembara yang sesuai sama potensi dan kemampuan kita!

Terakhir disemester 8, semester akhir perkuliahan, aku dan temenku mencoba untuk yang terakhir kalinya ikut sayembara lagi. Kali ini kita ngerjain sayembara dengan niat banget, totalitas, karna kita tau mungkin ini kesempatan terakhir kita (sebagai mahasiswa) buat ikut sayembara. Bisa sih ikut sayembara lagi, tapi saingan kita sudah bukan mahasiswa lagi, sudah masuk kategori umum dan professional!

Alhamdulillah, tepatnya pada tanggal 18 Maret 2018 lalu, aku dan tiga orang partner team sayembara dari Universitas Brawijaya berhasil meraih juara pertama dalam sayembara Urban Design Learning Center yang diadakan oleh Universitas Gajah Mada. Awalnya aku nggak menyangka sih kalau kita bisa sampai sejauh ini, bahkan team kita juga sempat berpikir buat nggak entry sayembara ini, karna kebetulan waktu itu kita juga diburu deadline pengumpulan draft skripsi dan banyak drama-drama lainnya menjelang deadline pengumpulan lainnya (maklum sudah semester tua).

Oke aku bakal cerita pengalaman mengikuti sayembara ini mulai dari pendaftaran, pengumpulan karya, asistensi, hingga presentasi. Berhubung tulisan ini sudah cukup panjang, aku lanjut di post selanjutnya ya!

Untuk kalian yang penasaran dengan cerita selanjutnya bisa klik disini!


You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram