Tips Sayembara Arsitektur

12:25 AM



Melanjutkan ceritaku yang kemarin mengenai sayembara, kali ini aku bakal berbagi sedikit tips terkait dengan sayembara arsitektur. Buat kalian yang mungkin belum membaca ceritaku yang sebelumnya bisa klik ini 

Ketika mengikuti sayembara arsitektur, ada empat proses yang harus kalian lalui mulai dari persiapan, pengerjaan, pengumpulan, final & presentasi (kalau masuk final).

Persiapan
Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan terkait dengan persiapan sebelum mendaftar sebuah sayembara arsitektur yaitu:

Kategori dan tema sayembara
Penting banget untuk memilah dan meyeleksi kategori dan tema sayembara apa yang mau kalian ikuti, karna hal tersebut menentukan besar kecilnya peluang kalian untuk memenangkan sayembara. Kalau kalian masih berstatus sebagai mahasiswa, akan lebih baik jika kategori sayembara yang kalian ikuti itu khusus untuk mahasiswa bukan untuk kategori umum. Jadi kalian nggak harus bersaing dengan arsitek-arsitek profesional. Kecuali nih kalian udah pede dan yakin punya kemampuan diatas rata-rata atau setara dengan professional architect, mungkin boleh juga nyobain yang tingkat umum.

Ada banyak sekali lomba sayembara dengan tema yang beragam juga, mulai dari bangunan rumah tinggal, high rise building, bangunan pemerintahan, urban design, bangunan monumental, dll.
Tips dari aku nih, pilih tema sayembara yang kalian suka dan sesuai dengan skill yang kalian punya. Misal kalian itu cenderung suka merancang bagunan pencakar langit, nah cocok banget kalau kalian mencoba sayembara yang mengusung tema high rise building.

Ingat jangan 'yang penting ikut aja', kan sayang aja gitu. Biasanya uang pendaftaran buat sayembara cukup mahal trus kalau kalian ikutnya nggak serius, ngerjainnya nggak maksimal, nggak nyaman, kan eman juga. Lebih bagus kalau kalian bisa masuk final bahkan mungkin jadi juara! Jadi pertimbangkan kategori dan tema sayembara sebelum mendaftar ya!

Mencari partner sayembara 
"Mending mana bekerja sendiri atau bekerja dalam team?"
Balik lagi sih ya ke individu masing-masing. Kalau aku sendiri sih tipe yang suka bekerja dalam team namun tetap punya porsi dan tanggung jawab individu. Kalau kerja sendiri kelebihannya kamu bisa mengeksplorasi ide kamu lebih banyak, tanpa harus khawatir adanya penolakan dari orang lain, cocok buat anak yang idealis. Cuma nggak enaknya kalau kerja sendiri, kerjaan yang seharusnya ringan karna dikerjakan bersama, jadi lebih sulit karna cuma kamu aja yang kerjain. Selain itu kalau kerja sendiri, kita nggak akan dapat pertimbangan dari orang lain mengenai desain kita, bagusnya apa, kurangnya apa. Jadi menurutku kerja dalam team itu lebih baik. 

Mencari partner sayembara harus diseleksi juga loh! Jangan karna 'mereka pinter' atau karna 'kita temenan' jadi alasan buat membentuk sebuah team. Karna kalau gitu pasti kerjanya bakal nggak lancar atau bisa jadi nggak nyaman nantinya. Cari partner bekerja yang buat kalian nyaman dengan cara bekerja mereka (tidak terlalu idealis dan individualis), juga bisa saling melengkapi kekurangan dan kelebihan skill masing-masing. Sebagai contoh nih ada sebuah team yang terdiri dari 3 orang, sebut saja Mawar, Melati, Tulip. 

  • Mawar: Skill lebih ke masalah interior, desain produk
  • Melati: Skill berkaitan dengan hal-hal yang berbau filosofis dan eksplorasi ide
  • Tulip: Skill dalam urban design dan rendering
Nah kalau kalian udah punya tiga orang anggota team yang skillnya bisa saling melengkapi, InsyaAllah ngerjain sayembaranya bakal seru dan hasilnya bakal maksimal.
Oh ya kelemahan kerja team adalah procratination hehe harus waspada banget sama yang satu ini! Percuma aja sih bikin timeline pasti ujung-ujungnya dikerjain H-1 deadline (kayak team aku). Solusi biar nggak menunda-menuda pekerjaan adalah dengan mencari pembimbing atau mentor.

Mencari mentor
Kalau kalian masih mahasiswa, beruntung banget karna kalian masih punya dosen yang bisa jadi mentor kalian dalam mengerjakan sayembara. Kenapa harus ada mentor? Soalnya kalau tidak ada pertimbangan dan saran dari orang yang lebih pro, kalian nggak bakal tau desain kalian itu kurangnya apa.
Kelebihan lain kalau kalian punya mentor, dijamin nggak bakal nunda-nunda ngerjain sih. Soalnya dosen pasti men-deadline kalian dalam beberapa hari harus ada progress, ditarget harus selesai kapan, jadi sayembara kalian ga bakal stuck dan tetep bisa jalan. Walaupun mungkin pressurenya jadi lebih nambah tapi ini bukan suatu hal yang negatif kok, malah itu bisa memacu kalian biar lebih rajin!

Untuk memilih mentor, pilih dosen yang kalian kenal, yang enak diajak ngobrol dan diskusi (penting banget ini biar nggak stress dan tertekan waktu ngerjain), dan juga bidangnya sesuai dengan tema sayembara yang kalian ikuti. Contohnya ketika kalian mengikuti sayembara bertema bangunan monumental, akan lebih bagus kalau mentornya itu ahli sama hal-hal yang berkaitan dengan filososis. Jangan cari dosen yang ahlinya dalam bidang urban atau high rise gitu, ya gapapa sih cuma takutnya ntar nggak nyambung sama tema aja. 

Pengerjaan
Setelah kalian melalui tahap persiapan, maka tahap yang selanjutnya kalian akan lalui adalah tahap pengerjaan. Oh iya lupa disinggung diawal, kalau bisa jarak antara tahap pengerjaan dengan pengumpulan sayembara cukup jauh ya, minimal satu bulan. Biar nggak gupuh ngerjainnya.
Dalam tahap pengerjaan ini ada beberapa tips yang harus kalian perhatikan.

Kenali jurinya
Tips yang satu ini aku dapat langsung dari dosen pembimbing sayembara. Jadi ada sedikit cerita, waktu itu kita baru aja asistensi pertama ke dosen pembimbing. Kita udah jelasin tuh panjang lebar mengenai sayembaranya kayak apa, mau desain apa, deadline, kriteria, bla bla bla. Kemudian kita semua terdiam dan nggak bisa jawab pas beliau nanya

" Jurinya siapa? Darimana? dan mereka ahli dalam bidang apa?"

Jeng jeng, kita diem, nggak tau, dan nggak pernah kepikiran juga sih buat cari-cari info tentang jurinya. Nah disini nih kesalahan fatal yang banyak dilakukan oleh peserta sayembara, mereka nggak pdkt dulu sama juri nya. 

Kenapa mengenal juri itu sangat diharuskan? 

Karna juri ini mempunyai peranan penting dalam mengevaluasi karya desain kalian nantinya. kalau dari awal dia nggak suka sama ide kalian, percuma sebagus apapun layouting dan renderannya pasti nggak bakal masuk final. 
Misalnya nih jurinya itu terkenal dalam bidang konstruksi, pokoknya orangya lebih ke arah konstruksi atau sering proyekan gitu. Terus bentuk bangunan kalian meliuk melengkung mahadasyat yang konstruksi dan strukturnya ribet kayak desain Zaha Hadid. Mereka pasti kurang suka desain kalian karna pertimbangan itu tadi, kesulitan strukturnya, biaya pembangunannya, bisa diterapkan nggak, dan alasan-alasan lainnya yang sifatnya praktisi.

Untuk itu kalian harus kenali dulu jurinya. Dia kalau mendesain, suka bangunan yang seperti apa sih! Apakah orangnya form follow function atau function follow form. Anggap aja juri itu client yang harus kalian turuti maunya apa.

Gimana caranya buat pdkt? Ya ngga usah dijelasin sih kalau ini, kalian bisa langsung terjun ke master gugel aja! 

Membaca TOR sayembara dengan teliti
Sebelum memulai pengerjaan sayembara, kalian harus baca dulu TOR sayembaranya dari awal sampai akhir, berulang-ulang, teliti, catat apa yang diminta, ketentuan yang berlaku. Supaya nanti dalam mengerjakan lebih terarah dan jelas mana yang harus dikerjakan duluan. Catet semua yang diminta misalnya harus membuat denah, tampak, potongan, detail dll. Catat juga peraturan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Misalnya terkait batas luas tapak, ketinggian bangunan yang diperbolehkan, dan syarat-syarat lainnya.

Membuat timeline dan pembagian tugas
Ketika kalian membuat sebuah timeline pengerjaan tugas, percaya deh timeline ini pasti kebanyakan gagal kalian lakuin sesuai target waktu yang kalian tentukan. Ngerjain pakai timeline aja udah pasti ngaret, apalagi tanpa timeline! 

Bagaimana cara membuat timeline yang baik? 

Pertama kalian harus catat dulu produk apa yang harus dibuat, kapan mau asistensi, berapa lama waktu pengerjaan, dan pembagian tugas masing-masing anggota. Contohnya kayak gini
Itu salah satu cotoh timeline yang menurutku masih kurang spesifik, lebih bagus lagi kalau detail produk dan waktu pengerjaan diperinci lagi. Tapi yang paling penting adalah konsistensi kalian untuk mengikuti dan menjalani timeline tersebut.

Pengumpulan
Nggak banyak tips yang bisa aku tulis mengenai masalah pengumpulan. Pokoknya pastikan semua produk sudah di layouting dengan baik, jangan sampai ada typo, unfinished, dan masalah lainnya. Kumpulkan atau kirim hasil panel sesuai dengan batas waktu deadline pengumpulan ya, jangan sampai telat kalau nggak mau didiskualifikasi! Terakhir jangan lupa berdoa semoga karya kalian terpilih.
Hal yang harus diperhatikan sebelum mengirim karya:
  • Pastikan panel karya lengkap
  • Jangan ada typo kalau bisa
  • Semua panel harus selesai
  • Perhatikan alamat email dan lampiran yang harus dikirim, jangan sampai salah
  • Ngirimnya jangan mepet untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan

Presentasi
Kalau kalian sudah sampai pada tahap final, itu artinya selangkah lagi perjuangan kalian menjadi juara. Tahap presentasi menjadi tahap penentu apakah karya kalian layak menjadi juara. Untuk itu pada tahap ini menjadi kesempatan bagus bagi kalian untuk memperbaiki apa yang kurang pada karya kemarin dan mempersiapkan materi presentasi sebaik mungkin. Ada beberapa tips yang kalian bisa lakukan supaya sukses dalam presentasi

Perhatikan durasi presentasi
Sebelum membuat slide presentasi pastikan dulu berapa waktu yang disediakan untuk masing-masing team dalam mempresentasikan karyanya. Biasanya sih hanya 15 menit dan sisanya sesi tanya jawab. Jangan sampai slide presentasi kalian terlalu banyak dan membuat kalian kehabisan waktu sebelum semua ide tersampaikan.
Masukkan hal-hal yang penting saja!

Pembagian slide
Ketika membagi slide presentasi, haruslah adil dan rata. Jangan ada anggota team yang mendominasi dan jangan juga ada yang kurang berpartisipasi, karna ini juga pastinya akan mempengaruhi penilaian juri. Kalau bisa semua team harus sama-sama aktif dalam presentasi, jangan cuma satu orang aja, trus yang lainnya plonga plongo. Ntar juri heran lagi, ini yang ngerjain apa cuma yang presentasi aja atau gimana. 

Berdasarkan pengalamanku dulu, ada beberapa team yang pembagian presentasinya kurang baik. Jadi team itu terdiri dari tiga orang, satu orang presentasi, dua orang sesi tanya jawab. Bahkan ada juga lo yang presentasi dan menjawab pertanyaan juri cuma itu-itu aja, yang lain nggak tau ngapain.

Untuk pembagian slide sendiri sebenernya kita harus jujur sama team dan diri sendiri sih, kalau kalian ngerasa nggak mampu bagian itu, mending minta tukar sama anggota yang mampu, pokoknya enaknya aja gimana yang terbaik buat team.

Pembuatan dan layouting slide presentasi
Nah ini nih penting banget! Desain slide presentasi tentunya harus menarik, tidak terlalu rame ataupun sepi, dan harus bisa menjelaskan semua ide desain kalian mulai dari issue, solusi, permasalahan, hingga conclusion. Mau tau gimana caranya membuat slide presentasi yang menarik? Mungkin akan aku tulis di post selanjutnya ya hehe, nantikan!

Latihan yang banyak sampai bosen
Terakhir dan yang paling penting, jangan lupa latihan. Latihan sekali aja nggak cukup, harus berkali-kali sampai bosen.

Practise makes perfect!

Aku dan teamku ketika akan presentasi sudah latihan berkali-kali, hampir 10 kali mungkin ya! Nggak hanya latihan, kalau bisa catat juga kemungkinan 100 pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan dalam sesi tanya jawab, dan diskusikan bersama team untuk menentukan jawabannya. Jadi nanti ketika hari H presentasi, keliatan kok kalau persiapan kalian lebih matang baik itu dalam hal presentasi, atau dalam sesi tanya jawab. Kalian akan lebih percaya diri dan siap juga.

Sekian tips dari aku, semoga bisa bermanfaat! 







You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram