Akhir Drama Kehidupan Mahasiswa Arsitektur!

7:27 AM




Cerita ini dimulai 4 tahun yang lalu tepatnya tahun 2014 sejak kelulusanku dari SMA. Momen-momen selama 4 tahun mulai dari yang berkesan dalam ingatan sampai ke momen yang nggak pengen diingat-ingat!
Untung ada blog! Karna cerita ini sangat panjang kalau mau ditulis jadi caption di instagram.


Drama Galau Jurusan
Dulu ketika ditanya cita-cita mau jadi apa, jawabnya pasti pengen jadi dokter. Profesi yang banyak dicita-citakan orang (katanya). Sejak SD sampai SMP, ketika ada yang nanya cita-cita, selalu aku jawabnya dokter, nggak pernah sekalipun berpikir buat pindah haluan. Tapi semua itu berubah ketika masuk SMA, dimana aku banyak bertemu orang-orang pintar, orang-orang yang udah tau mau jadi apa. Maksudnya mereka itu tau gitu setelah lulus SMA mau kuliah apa dan dimana. Selama ini, aku yang pengen jadi dokter kayaknya cuma 'pengen doang'. Disitu aku sadar kayaknya aku nggak ada bakat jadi dokter :')

Pekerjaan dalam bidang kesehatan, terutama dokter, harus dibarengi sama niat yang baik yaitu "membantu masyarakat serta menyembuhkan orang-orang yang sakit". Bukan dokter aja sih, semua pekerjaan dan profesi harus diawali dengan niat yang baik dulu. Dan aku ngerasa pada waktu itu, niatku untuk menjadi seorang dokter masih belum lurus. Masih ada unsur-unsur paksaan dari keluarga. Mau jadi dokter karna alasan materil, ataupun karna pandangan orang terhadap profesi dokter itu sendiri. Apalagi aku juga nyadar, kalo aku nggak pinter banget. Walaupun aku suka sains, tapi aku sering remidi kalau ujian. I guess doctor it not my passion.

Masa-masa pecarian passion emang jadi hal tersulit. Walaupun kadang ada beberapa orang yang bilang "kamu cocoknya jadi ini deh" atau "kamu cocoknya jadi itu deh", tapi tetep yang tau passion itu cuma diri kita sendiri. Kita harus jujur sama diri sendiri mau jadi apa nanti.

Ketika memikirkan masa depan, aku selalu bilang sama diri sendiri pokoknya aku pengen ngelakuin hal-hal yang aku suka!

"Pikirkan hal-hal yang sering kamu lakukan yang bikin kamu lupa waktu ketika mengerjakannya, yang bikin kamu bahagia, do what makes you happy!"

Kalau dipikir-pikir, aku ini suka nggambar dan aku juga suka sains. 
"Kenapa nggak kuliah jurusan arsitektur aja?"
Itu saran yang aku dapatkan dari temen-temenku. Sejak saat itu aku mulai melupakan cita-citaku buat jadi dokter, dan mulai mencoba menyukai arsitektur. Walaupun belum 100% move on.

Sebelumnya nggak pernah kepikiran sama sekali buat kuliah di jurusan arsitektur. Arsitek emangnya ngapain aja? Kerjanya apa dimana?
Karna penasaran akhirnya aku mulai cari-cari informasi tentang arsitektur itu. Dan rata-rata hampir 70% menulis hal-hal menyeramkan yang terjadi jika kalian kuliah di jurusan ini. 

Nggak tidur berhari-hari

Lupa makan

Selalu dihantui deadline

Jarang mandi

Revisi berkali-kali

Tidur bersama gulungan kertas

Architorture

dll

Ternyata kuliah di jurusan ini tidak seindah kehidupan kuliah dalam sinetron. Tapi ntah kenapa setelah membaca semua hal-hal buruk itu, aku semakin penasaran dan semakin semangat buat jadi salah satu yang bisa merasakan kuliah di jurusan ini. Selalu aku inget kalau arsitek itu punya peran penting sebagai penentu kemajuan infrastuktur suatu negara. Bukan cuma hal-hal buruknya aja yang harus diinget. Bahkan pekerjaan ini juga bisa mengantarkan kamu menjadi orang yang baik dan bisa bermanfaat buat banyak orang. Mendesain rumah untuk tempat tinggal, sekolah untuk kemajuan pendidikan, gedung, hotel, masjid, museum. Bayangin kalau nggak ada rumah sakit, dokter mau merawat pasien dimana? Bayangkan apa jadinya kalau nggak ada arsitek yang merancang!

Ketika SNMPTN, dengan yakin aku milih arsitek sebagai pilihan pertamaku. UI dan ITB sudah aku coret dari wish list. Realistis dan nyadar diri aja sih kalau nilai rapot aku nggak bagus banget.  Waktu itu di kelasku juga sudah ada 2 siswa yang memilih arsitektur UGM, nggak tau gimana kelas lainnya. Karna aku sadar nilai aku dibawah mereka, bunuh diri namanya kalau aku juga daftar disana. Akhirnya aku hanya memilih arsitektur ITS sebagai satu-satunya pilihan karena pertimbangan lokasi dan sepertinya diangkatanku waktu itu nggak ada yang pilih jurusan arsitektur di ITS. 

Waktu pengumuman telah tiba. Bener dong dugaanku, aku gagal SBMPTN.
Sedih? Banget.
Aku berusaha nggak mau nangis didepan orang tua, tapi waktu lagi sendirian aku selalu nangis dan menyalahkan diri sendiri. 

Apa aku ini goblok banget taa?

Jadi buat kalian yang diterima SNMPTN, manfaatkan lah guys dan jangan banyak ngeluh. Banyak ratusan atau bahkan ribuan orang diluar sana yang memimpikan untuk berada diposisi kalian.

Banyak jalan menuju Roma, aku masih punya kesempatan di SBM dan tes mandiri.
Tes mandiri yang aku ikuti pertama kali waktu itu adalah tes mandiri UNAIR. Aku mengambil jurusan dokter gigi, dengan berharap mungkin masih ada kesempatan kecil buat jadi dokter. Maklum masih belum move on dari cita-cita lama.
Dengan persiapan yang cuma sebentar, sekitar 1 minggu doang buat belajar, tebakanku kali ini benar juga, aku gagal.

Masih belum menyerah, akhirnya aku coba juga daftar jurusan arsitektur dibeberapa universitas swasta. Hehe balik lagi ke cita-cita jadi arsitek. Emang aku anaknya suka nggak konsisten dan hatinya mudah bergejolak.
Waktu itu aku coba daftar di Trisakti dan UII. Alhamdulillah aku keterima dikedua universitas tersebut, namun karna pertimbangan lokasi, aku memutuskan buat memilih UII.
Berangkatlah aku ditemani ayahku dari Lombok ke Jogja buat daftar ulang UII, karna kalau nggak daftar ulang otomatis aku dianggap gugur. At least waktu itu aku udah tenang setidaknya dapat cadangan kalau nggak diterima kampus negeri.

Sekitar 2 minggu kemudian, tes SBMPTN berlangsung. Sebelumnya aku juga sudah ikut bimbel dan belajar sama temen buat menghadapi tes ini. Walaupun aku sudah keterima di UII, masih ada keinginan dan cita-cita dalam hati buat kuliah di perguruan tinggi negeri. 
Aku ikhlas dan nggak mau berharap lebih bisa lolos tes ini, karna tau kan gimana susahnya seleksi SBM. Bahkan aku udah berkali-kali bilang ke orangtuaku jangan terlalu berharap keterima SBM supaya nggak kecewa. Untungnya kedua orangtua ku bukan orang tua yang memaksakan anaknya mau kuliah negeri atau swasta. Mereka bilang, dimanapun kamu sekolah itu tergantung kamu gimana belajarnya. Meski kamu kuliah di ITB atau UI sekalipun, kalau belajar tetep males, ya tetep aja kamu nggak jadi apa-apa dan bakal kalah sama orang-orang yang niat belajar!

Drama Kelamnya Kehidupan Mahasiswa Arsitektur
Setelah pulang dari tes SBM, aku langsung masuk ke kamar dan nangis seharian. Karna aku nggak yakin kalau aku bakal lulus. Yaudah aku pasrah aja yang penting udah usaha maksimal, sisanya serahin ke Allah :')

Akhirnya pengumuman SBMPTN. Salah satu momen menegangkan dalam hidup, karna aku takut kalau ini jadi kesempatan terakhirku buat kuliah di perguruan tinggi negeri. Ditambah lagi web nya waktu itu sempat down, jadi setiap keluar kata "maaf" aku selalu mikir kalau aku ditolak lagi. 

Puji syukur, aku keterima jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya. Udah nggak mau mikir lagi, aku yakin kalau emang Tuhan sepertinya menjodohkan aku buat kuliah disini. Tanpa usaha perjuangan belajar, dan juga doa serta restu orangtua, aku nggak akan bisa sampai disini.

Momen penting yang harus didokumentasikan hehe


Cerita kehidupan mahasiswa arsitektur dimulai dari sini.
Bersama mereka, keluarga yang bersama-sama melalui kelamnya kehidupan mahasiswa arsitektur.


Semua mitos-mitos kehidupan mahasiswa arsitektur ternyata bener juga. 

Jarang mandi.
Tidur selalu diatas jam 12 malam, bahkan ketika pengumpulan bisa nggak tidur.
Tidur dikelas pas dosen jelasin karna semalem abis begadang tugas studio.
Dimarah dosen karna ngerjain tugas studio pas dia ngajar, tapi gimana ya DA must go on!
Ngerjain tugas nginep bareng temen-temen niatnya biar nggak ketiduran, eh jadinya malah keasikan ngobrol dan tidur juga sih akhirnya.
Sedih ketika kertas gambar kena debu, lecek, dicoret pakai spidol marker oleh dosen padahal revisinya cuma dikit.
Bahkan kamu merelakan payungmu buat gambar biar nggak kena air.
Sedih ketika gambarmu ketumpahan air atau kopi.
Tidur bersama tumpukan kertas.
Duit habis buat beli kertas, ngeprint sampe sejuta, dan buat bikin maket.
Tangan, earphone selalu jadi korban cutter ketika bikin maket.
Sedih ketika tabung gambarmu ilang.
Sedih ketika gambarmu dicuri orang.

Bener loh ini hehe, aku pernah ngalamin tugas studio di curi, diambil temen sendiri. Tugas yang dikerjakan seminggu, begadang, nggak nyangka diambil sama orang yang udah kamu anggap sahabat. Semoga sekarang dia sudah berubah dan menjadi orang yang lebih baik.

Hasil gambar ulang :(






Sedih ketika kamu melihat mahasiswa jurusan lain yang ke kampus bisa tampil cantik, tertawa bahagia menikmati indahnya kehidupan perkuliahan.
Sebel ketika ada yang tanya "progres DA mu sudah sampai mana".
Panik ketika ngeliat progres orang lain udah jauh.
Sedih saking sedihnya kadang kamu ketawa-ketawa sendiri.
Dan masih banyak cerita unik lainnya yang nggak habis-habis kalau ditulis.

Kantong mataku yang emang dari awal udah lebar jadi tambah melebar semenjak kuliah di jurusan ini. Walaupun banyak tugas dan revisi, nggak pernah terpikirkan buat keluar dari jurusan ini. Eh pernah sih, mikir doang alhamdulillah nggak keluar beneran. Ingat gimana susahnya untuk berada di tempat ini. Sesusah apapun itu, kalau kamu ngelakuin apa yang kamu suka, pasti bahagia aja kok menjalaninya!


Momen panik karna hampir telat ngumpulin

gambar didudukin dan disobek kucing tapi kamu nggak bisa marah karna dia lucu :)
Bahagia ketika pengumpulan berlalu

Buat kalian yang mungkin pengen liat tugas studio dan tugas arsitektur lainnya yang aku kerjakan selama 4 tahun terakhir, bisa klik disini ya!

Drama Per-Skripsian
Ketika kamu sudah masuk semester 8, kamu nggak akan bertemu lagi dengan tugas studio. Sebosen-bosennya dan selelah-lelahnya sama tugas studio, nikmati aja ketika kamu masih menjalaninya. Percaya deh, ada momen dimana kalian akan sangat-sangat merindukan kegupuhan kelas studio.

Aku pikir setelah masuk masa-masa pengerjaan skripsi, drama kehidupan ini setidaknya semakin berkurang. Ternyata nggak dong!
Waktu itu sekitar bulan juni, seminggu sebelum gelombang 1 pelaksanaan semhas mulai. Tiba-tiba salah satu dosen memberi tau kalau aku harus ikut seminar hasil gelombang 1. Panik dong ya! Padahal aku rencananya pengen ikut gelombang 2 aja karna emang skripsiku itu bener-bener belum layak buat maju semhas. Bab 1-3 masih berantakan, bab 4 belum kesentuh sama sekali, apalagi bab 5! 

Awalnya aku pengen menolak dan bilang sejujurnya kalau aku belum siap. Tapi karna dosen itu memberikan kepercayaan dan meyakinkan kalau aku bisa selesai tepat waktu, yaudah coba aja, toh kalaupun nggak lulus gelombang 1, aku masih bisa coba gelombang 2.

Waktu 1 minggu untuk menyelesaikan draft skripsi bikin stress luar biasa. Penelitian skripsiku waktu itu kebetulan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang artinya aku harus mengolah data pakai SPSS. Kabar buruknya, aku lupa cara mengoprasikan SPSS! Jadi menyesal nggak perhatiin penjelasan dosen waktu kelas statistika. 

Karna waktu yang mepet, nggak mungkin aku ngolah data SPSS sendirian dalam waktu yang sebentar, soalnya ada data kualitatif yang juga harus aku analisis, belum lagi ditambah gambar-gambar arsitektur lainnya. Akhirnya aku meminta bantuan jasa olah data SPSS. Waktu itu aku cari jasa SPSS yang bisa ngerjain dalam waktu cepat, akhirnya aku mencari salah satu jasa yang terdapat di pencarian teratas google, biar terpercaya pikirku.
Ntah apa karna lagi panik atau stress, sama sekali nggak kepikiran buat nanya ke temen-temenku yang punya kenalan buat mengolah jasa SPSS. Aku juga takut nggangu mereka sih, karna waktu itu mereka juga lagi sibuk-sibuknya dengan tugas masing-masing.

Akhirnya aku coba cari sendiri.

Eh ternyata, aku ditipu coy!
Setelah membayar dan melunasi semua biaya pengolahan data, si mbanya itu hilang tanpa penjelasan! Di sms, ditelpon nggak di respon. Giliran aku coba ganti nomer direspon dong sama dia.
Oke fix ini penipuan!

Stress banget, padahal waktu yang aku punya buat menyelesaikan semua draft skripsi ini tinggal 4 hari, dengan kondisi bab 4 dan 5 yang belum tersentuh, belum ngeprint pula!

Untungnya temenku punya kenalan yang bisa olah data SPSS dalam waktu kurang dari 12 jam. sumpah rasanya mau nangis, bahagia, seneng, campur aduk. Begonya kenapa nggak pakai jasa itu aja ya dari kemarin! 

Alhamdulillah waktu itu aku lulus gelombang 1 semhas, dengan revisi yang cukup banyak. Ya wajar sih orang aku aja ngerjain semuanya cuma dalam waktu seminggu. dann aku juga harus mengolah ulang data spss itu. Karna waktu revisi cukup lama, aku jadi punya waktu buat mengolah data sendiri. Ternyata spss ga se sulit itu kalau mau belajar hehe. Selama sidang untungnya nggak terlalu banyak drama. Paling cuma kesulitan melawan males revisi dan asistensi.

Inilah momen-moen semhas hingga sidang!

muka kusut setelah semhas butuh hibernasi

foto buat sidang! huhu kok jadi kangen :(

15 menit sebelum sidang, deg deg an cuy!

Finally lulus!

sudah ST!

Gimana caranya memotivasi diri biar lulus tepat waktu?

Waktu itu sih aku cuma mikir aja, kalau aku nggak lulus tepat waktu itu artinya aku harus bayar kuliah lagi. Bayar kuliah nggak murah, kasian aja sama orangtua.
Perjuangan kita cuma skripsi doang masa nggak bisa.
Inget aja perjuangan orangtua yang rela kerja keras bayar kuliah 4 tahun.
Anggap aja skripsi ini sala satu pengahantar kalian membahagiakan mereka. Pokoknya aku nggak mau bayar kuliah lagi hanya untuk mata kuliah skripsi!
Itulah kenapa "lulus tepat waktu" menurutku lebih baik daripada "lulus diwaktu yang tepat".
Sebenernya tergantung anaknya juga, mana yang lebih prioritas. Kita nggak bisa menyalahkan atau membenarkan keduanya karna tiap orang punya jalan hidup yang berbeda dan tujuan yang beda juga. Intinya jangan pernah menyesali keputusan yang sudah kamu buat, do your best!

Tanggal 4 juni unofficial bergelar ST. Setelah banyak drama, perjuangan, merelakan waktu tidur finally bisa lulus dengan predikat yang banyak diimpikan orang, lucky me!
Selain menjadi kebanggaan tentunya ini juga jadi beban buat aku supaya bisa jadi orang yang bisa bertanggung jawab sama gelar yang diperoleh, membuktikan kalo emang pantes. 

Rencana Tuhan emang nggak bisa ketebak. Dulu aku yang ngeyel dan ngotot pengen masuk FK eh pada akhirnya masuk FT, dan aku  sama sekali ngga pernah nyesel jadi bagian teknik!
Terima kasih kepada kedua orang tua yang selalu mendukung apapun yang aku lakuin.
Buat sahabatku yang mau denger curhatan aku dan membantu waktu lagi gupuh, Anis hehe.
Buat temen-temen CID yang selalu bersama melalui perkuliahan selama 4 tahun, semoga kalian selalu sukses dalam meraih cita-cita kalian. See you on top girls!
Buat keluarga arsitektur 2014.
Buat semua yang pernah ada dalam cerita 4 tahun ini yang tidak ingin kusebutkan namanya.


Terakhir adalah momen yang ditunggu-tunggu, apalagi kalau bukan wisuda!


The moment you walk in the row with your classmates during the past insane 4 years wearing the same outfit, the gown and the cap, is when all of this arises. Your proud loving parents and the crowd are there witnessing the end of the journey. You hear nothing but the entrance music that plays the moments you've been stressed out in the sleepless nights overwhelmed with happiness.







This is how it feels to graduate collage. Wisuda adalah tentang keluarnya kita dari lingkaran masa "adult childhood". Bangun di pagi hari menyadari bahwa kita saat ini sudah menjadi orang dewasa dengan tanggung jawab dan otoritas yang baru.  Pertanyaannya adalah: are you ready for the dramatic change after taking off that cap? Let's see.


Whoever you are, wherever you are, now you get to leave all that behind and encounter the real version of life! 




Finally congratulations to all my friends once again and wish us good luck with the future ahead. Have a great day!

Sekian cerita panjang ini, sampai ketemu di cerita perjuangan lainnya! Never give up on your dreams!


Remember why you started, remember where you're headed, think of how great it will be to be there, then you know why you must continue and keep going.


You Might Also Like

2 komentar

  1. terharu di point per-skripsian, dimana saya saat ini sedang merasakan deadline olah data si SPSS :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhu spss emang bikin cobaan banget :') Semangat pejuang skripsi! Sukses ya :)

      Delete

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram