Mengurus AKTA, KK, KTP yang Amburadul!

5:03 PM



Cerita pengalaman kali ini diliputi dengan emosi akibat kesalahan dimasa lalu yang terus berlanjut hingga akhirnya merembet, mempersulit, mbulet kayak earphone dalam kantong! 

Kesalahan 11 Tahun yang Lalu

Kesalahan terbesar dimulai sekitar 11 tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Waktu itu aku kelas 6 dan sebentar lagi akan lulus. Masih ingat, salah satu guru SD minta dibawakan fotocopy akta kelahiran untuk pendataan pembuatan ijazah nanti. Berkali-kali itu guru minta akta kelahiran, nggak tau ya kenapa mintanya sampai berulang kali udah lupa ceritanya. Mungkin beliau meragukan akta ku (?)
Di akta tersebut jelas-jelas tertulis data seperti ini:

Nama: Winda Ratna Sari
Tempat Lahir: Tutung

Kebetulan mamaku sendiri yang memberikan akta nya, karena bosen selalu diminta berkali-kali. Nah si guru ini pun nanya ke mamaku terkait  data akta yang tertulis.

" Bu, ini Winda lahir di Tutung ya? Tutung itu dimana"

"Iya Bu, Tutung itu di Tenggarong, Kalimantan Timur" Kata mama.

"Oh berarti di Kalimantan ya bu, kalau gitu saya tulis di Kalimantan aja ya biar orang-orang nggak bingung" Jawab si guru itu.

Karena jaman dulu mungkin orang tuaku juga kurang mengerti dengan hal-hal yang seperti ini, jadi mereka percaya aja sama saran yang diberikan oleh sang guru dan menganggap kalau guru ini lebih tau mana yang terbaik.

Ketika ujian nasional selesai dan ijazah juga telah jadi, ternyata terlihat ada kesalahan penulisan data! Kami nggak tau apa-apa, pikirnya udah dikasih akta harusnya nggak ada yang aneh atau perlu dikhawatirkan sama ijazahnya.

Dan ternyata...

Di ijazahku tertulis data seperti ini

Nama: Winda Ratnasari (tanpa spasi)
Tempat Lahir: Kaltim

Kaltim hm, ini lahirnya pas di tengah provinsi banget ya.

Sempat tanya ke gurunya, kok nulisnya nggak sesuai akta yang diberikan. Lagi-lagi alasan mereka karna takut orang nggak tau Tutung itu dimana. Heran dah itu guru ngapain juga sih ngeribetin orang yang nggak tau Tutung itu dimana. Mau Tutung, Sabang, Marauke, Zimbabwe, India, kalau aslinya emang begitu, penulisan dan nama lokasinya harusnya ditulis apa adanya! Hadeuh.

Dan masalah nama yang tanpa spasi, ntah mereka mikir apa kok bisa sih ngerubah nama anak orang. Mungkin mereka mikirnya spasi itu nggak dihitung. Kesalahan terbesar, orangtuaku juga waktu itu kurang teliti dan kurang tau juga kalau spasi ternyata masuk dalam hitungan jumlah huruf pada nama. 

Kita juga mikir sih kalau mau ubah ijazah kayaknya kok susah ya, harus urus ke pusat dulu, lama.  Malah ada yang bilang ijazah kalau sudah dicetak tidak bisa diubah. Akhirnya memutuskan untuk menerima aja ijazah yang sudah ada dan berpikir kalau nggak bakal ada masalah. Semua ijazahku pun disesuaikan dengan ijazah sebelumnya. Mulai dari ijazah SMP hingga kuliah disamakan aja sama ijazah SD dengan pertimbangan kalau semua sama lebih mudah aja ntar. Biar nggak kena kasus pemalsuan data atau kasus lainnya. Kalau ada yang beda kan nanti susah ngurusnya. Apalagi aku ini keluarga perantauan yang suka pindah-pindah, ribet dah.

Mengurus Perbaikan KTP di Kantor Capil

Masalahpun muncul ketika aku mau mengurus data-data administrasi buat melamar kerja. Dimana ketika melamar sebuah pekerjaan, terdapat beberapa perusahaan atau instansi yang meminta kecocokan data antara ijazah dengan KTP. Untuk data KTP ku tentunya mengikuti dengan akta kelahiran dan juga KK yang artinya berbeda dengan data yang tertera pada Ijazah.

Panik dah tuh.

Akhirnya mikir kalau data-data ini harus dicocokkan secepatnya! Nggak cuma untuk melamar kerja, kesesuaian ijazah dan KTP pastinya juga nanti dibutuhkan untuk keperluan lain misalnya untuk membuat paspor atau urusan lainnya.

Seperti yang kalian tahu bahwa ijazah hanya dicetak sekali. Ketika sudah dicetak maka tidak bisa diubah. Satu-satunya  cara untuk membenarkan data ijazah yang salah adalah dengan meyertakan surat keterangan dari pihak sekolah. Akhirnya aku memutuskan untuk mengubah KTP saja, agar disesuaikan dengan data yang tercantum pada ijazah, karena itu yang paling cepat dan mudah. Soalnya lokasi sekolahku pada jauh semua. SD-SMP di Sumbawa, SMA di Lombok. Kalau mau minta surat keterangan harus kesana dulu, sangat membuang waktu dan biaya tentunya.

Jujur sebenernya males banget yang namanya ngurus KTP ke kantor catatan sipil.
Cerita sedikit mengenai suasana kantor capil.
Keluargaku baru setahun ini mencabut berkas pindah dari Sumbawa ke Blitar, jadi kalau mau urus KTP dll sekarang bukan di Sumbawa lagi, tapi di Blitar.

Pelayanan di kantor capil kota Blitar ini menurutku buruk. Sangat-sangat buruk. Dari skor 1-5, kayaknya mereka dapet skor -5! Waktu di Sumbawa ketika mengurus KTP, setiap kecamatan pasti punya kantor yang berbeda-beda, jadi kalau antri ya nggak parah banget lah. 

Beda sama kantor capil Blitar. 

Jadi di kantor ini mereka melayani pembuatan akta, kk dan ktp untuk semua kecataman yang ada di kota Blitar. SEMUA KECAMATAN! Bisa bayangin nggak gimana antrian di kantor ini tiap harinya. Nggak pernah sepi dari ratusan orang! Udah kayak konser artis!

Kalau kalian datang jam 6 pagi, kalian bakalan di tertawakan ratusan orang. Karena dijam segitu kalian udah dijamin nggak bakal dapat nomer antrian. Orang-orang yang mau bikin akta, kk atau ktp udah datang ke lokasi buat antri mulai dari jam 4 pagi. Gila! Padahal pembagian nomer antrian baru dibuka jam 7.30

Emang nggak ada jasa antri atau calo gitu?

Jangan harap deh, itu orang-orang tau mana yang calo mana yang bukan. Kalau kamu ketauan calo pasti ada tuh ntar yang teriak

"Jangan kasi antrian, calo iku!"

Wah serem juga ya, takut digrebek sekecamatan.

Nggak bisa ngebayangin orang-orang yang rumahnya jauh, pada berangkat mulai jam berapa coba! Mana ada orang yang sudah kakek nenek juga, kasian kalau harus antri dari pagi buta.

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 7.30, pintu antrian di buka oleh petugas pembagian nomer antrian. Kalian tau gimana suasananya? Orang-orang pada lari, kocar kacir, saling rebutan udah kayak ternak ayam yang minta dikasih makan!

***

Singkat cerita waktu itu aku sama mama udah dapat nomor antrian. Sekitar jam set 10 nomer antrianku udah dipanggil. Akhirnya masuk lah aku ke dalam ruang cetak KTP.

"Mba saya mau ubah ktp disesuaikan dengan data yang ada ijazah, jadi ini ada kesalahan nama sama tepat lahir"

Si mba pelayanan kemudian menanyakan akta dan kk. Dan mbanya bilang

"Maaf mba ini nggak bisa disesuaikan dengan ijazah, soanya akta dan kknya masih berbeda. Jadi kalau mau ubah ktp biar sesuai ijazah mba harus ubah akta dan kk dulu"

Aku keluar kantor pelayanan tanpa hasil apa-apa dengan kondisi perut yang kelaperan. Akhirnya aku telpon mama yang waktu itu udah pulang duluan, minta bantu ngurus soalnya aku nggak ngerti apa-apa. 
Aku sama mama lalu konsultasi dengan ibu-ibu pengurus data yang ada di depan pintu masuk untuk meminta solusi perihal pengurusan akta. Si ibupun bilang kalau aku nggak bisa melakukan perbaikan akta disini karena aku bukan kelahiran Blitar. Si ibu bilang kalau aku mau membuat akta disini maka pihak capil kota Bliar harus membuat surat permohoman atau surat apalah itu yang dikirim melalui pos ke kabupaten Kutai Kalimantan yang menerbitkan akta ku buat meminta konfirmasi. Jadi harus nuggu tanggapan dari capil yang ada di Kalimantan dulu

Hm

Hm

Jangan-jangan setahun baru direspon.

Akhirnya kami sebagai warga negara yang ingin minta dipermudah urusannya menanyakan solusi lain. Si ibupun ngomel suruh kita konsultasi ke mba pengurusan akta yang ada disebelah mejanya.

Aku sama mama ke meja mba sebelah. Kami konsultasi keruwetan masalah akta, kk, dan ktp ini. Nah itu mba nya juga bingung tuh, akhirnya dia menyarankan untuk masuk ke dalam ruangan dan konsultasi (lagi) ke ibu siapa lah itu lupa.

Disini puncak kesabaran kalian harus diuji.

Aku sama mama masuk ke ruangan dan mencari si ibu ini buat konsultasi.

Wah si ibunya parah, galak, nggak ramah, pelayanan nggak memuaskan banget!!!

Si ibu yang kedudukannya tinggi ini cenderung menyalah-nyalahkan kami yang nggak ngerti apa-apa. Yah seperti ini kurang lebih judging si ibu galak

" Ya nggak bisa lah mba, bu kalau mau ngubah akta disini kan situ lahirnya di Kalimantan, dari pihak kami harus kirim surat dulu ke Kalimantan, atau kalau mau ibu yang mengurus akta disana"

Ya kali bu dikira ke Kalimantan naik gojek langsung sampe!

"Gini aja bu kalau nggak mau ngubah semuanya mending minta surat keterangan aja dari masing-masing sekolah, sd, smp, sma hingga kuliah yang menerangkan bahwa ada kesalahan penulisan nama dan tempat lahir"

Hadeuh bu kalau saya sekolahnya disini nggak apa-apa. Lah ini mesti nyebrang 2 samudra dulu bu buat kesana!

Lanjut lah si ibu ngomel

"Makanya ibu ini harusnya lebih teliti. Data ini milik siapa? Milik anak ibu kan! Kalau sudah tau ada kesalahan sejak SD ya jangan diteruskan lah bu. Ini salah kok diteruskan sampai kuliah!"

Waktu si ibu bilang gitu, rasanya aku pengen marah banget! Gimana ya, walaupun dia lebih tua dan punya kedudukan yang lebih tinggi ataupun lebih mengerti, tapi ya jangan menyalahkan mamaku juga kali. Kita sebagai masyarakat awam yang nggak mengerti perihal gitu, datang kesini minta solusi, minta dipermudah, bukan malah dipojokkan. Ini si Ibu udah lebih dari 3 kali ngomel mulu dan selalu memojokkan aku sama mama kalau ini semua itu salah kita!

Iya emang kita tau ini udah salah. Tapi apa gunanya sih mengungkit kesalahan yang udah berpuluh-puluh tahun. Sebagai pegawai negeri yang tugasnya untuk membantu masyakat, harusnya bisa melayani dan meberikan solusi dengan baik dan ramah. Ini apaan galak bener, kecewa banget lah! 

Akhirnya setelah menyalahkan kami si ibu baru memberi solusi
"Gini aja, ibu sama mba ke pengadilan buat ngurus minta ketetapan dari pengadilan yang membuktikan bahwa ada kesalahan penulisan nama dan tempat lahir"

Kita nanya lagi nih tentang kekuatan ketetapan itu karna emang nggak ngerti sama sekali.

Si ibu menjelaskan
" Ya pasti kuat lah bu gimana sih, kan sudah melalui blabla ...."
Aku nggak dengerin karna males dengerin orang yang jelasinnya emosi!

Terakhir kita tanya si ibunya karna emang aku sama mama awam dan nggak ngerti masalah peradilan

"Bu ini ngurusnya ke pengadilan apa?"

Si ibu jawab dengan songong

"Coba saya tanya, ini kasus apa? Perdata kan! Ya pengadilan negara dong bu, masa pengadilan agama"

YA OK BU CUKUP.

Pergilah aku sama mama ke pengadilan negeri karena udah lelah menerima semua omelan ibu-ibu capil. Diperjalanan aku sama mama malah ketawa sambil memparodikan gaya galak si ibu tadi. Emang kita ini receh!

Pengajuan Sidang ke Peradilan Negeri

Sebagai WNI baik yang tidak pernah melakukan tindakan kriminal atau berurusan dengan hukum, pergi ke pengadilan negeri jadi pengalaman pertama yang menarik, lumayan nambah pengalaman juga.



Ketika memasuki gedung, kita langsung di sambut dengan mba-mba yang ramah. Dia menanyakan keperluan kita apa kemudian memberikan kita nomor antrian untuk nanti berkonsultasi.

Setelah masuk giliran konsultasi disitu kita bertemu dengan bapak-bapak yang melayani kami berkonsultasi. Disitu kita cerita semua ke bapaknya mengenai masalah ketidaksesuaian akta, ktp, kk, dan ijazah. Bapaknya juga baik dan ramah banget, beliau menyarankan kami mengajukan sidang untuk mendapatkan surat ketetapan dari pengadilan negeri sehingga kami nanti bisa mengurus akta yang baru.

Setelah konsutasi sama bapak kita langsung diarahkan lagi menuju mba-mba yang bertugas untuk melengkapi pemberkasan pengajuan sidang. Mba nya juga baik banget, orangnya masih muda, kayaknya sih masih umur 25 tahunan. Kebetulan mbanya juga lulusan Universitas Brawijaya jurusan hukum. Akhirnya aku sama mbanya juga banyak cerita-cerita tentang malang dan UB.

So far pelayanan di pengadilan negeri ini menurutku sangat-sangat bagus! Semua orang yang bertugas disini ramah, baik, dan memberikan solusi tanpa memojokkan. Beda banget deh sama kantor capil!

Oh iya mungkin banyak juga yang pengen tau. Untuk mengajukan pemberkasan sidang peradilan negeri kalian harus menyiapkan berkas-berkas yaitu:
1. FC KTP
2. FC kartu keluarga
3. FC akte kelahiran
4. FC ijazah dari SD sampai pendidikan terakhir ya kalau bisa
5. FC surat nikah orangtua

Semua berkas-berkas tersebut difotocopy sebanyak 1 lembar kemudian di leges di kantor pos. Leges ini merupakan proses pematraian ulang trus di cap oleh pihak kantor pos supaya berkas fotocpy an tersebut lebih sah gitu. Caranya gampang kok kalian tinggal pergi ke kantor pos dan bilang ke petugasnya mau leges dokumen. Ntar pasti dibantu sama pak security nya.

Setelah semua dokumen pemberkasan lengkap, nanti si mba nya bakal membuat surat permohonan ke pengadilan negeri untuk melakukan sidang. Kita akan diminta melakukan pembayaran administrasi dan biaya persidangan. Total biaya waktu itu adalah 600 ribu dengan rincian 350 ribu untuk biaya administrasi dan 300 ribu untuk biaya persidangan yang jika nanti ada sisanya akan dikembalikan setelah proses persidangan selesai.

Jadwal sidangnya biasanya seminggu setelah melakukan proses pengajuan. Nanti kalian akan mendapat undangan dari pihak peradilan negeri yang akan diantar langsung ke rumah.

Sidang Day!

Baru beberapa bulan yang lalu udah disidang. Sidang skripsi maksudnya. Eh sekarang sidang lagi. Tapi sidang yang kali ini ke pengadilan negeri.



Karna aku belum pernah sidang sebelumnya, jadi deg deg an ntar kayak gimana sih sidangnya. Apakah aku akan memakai baju berwarna orange, duduk dikursi terdakwa dan ikhlas menerima semua putusan sidang oleh hakim, hidup atau mati.
Nggak lah ya!

Sidangku dimulai jam 09.00, jadi aku diharuskan datang untuk absensi kehadiran pukul 08.00 dengan membawa 2 orang saksi persidangan. Waktu itu yang nemenin aku sidang mama sama tanteku, karena ayahku kerja di luar kota dan nggak mungkin bisa jadi saksi. Sidang ini dilaksanakan di peradilan negeri lama. Kalau kemarin waktu ngurus administrasinya di peradilan negeri yang baru.
Oh ya ketika sidang, kalian harus membawa berkas-berkas asli yang diajukan sebagai bukti ya seperti ktp, kk, akta, ijazah dan juga fotocopy ktp dari 2 saksi yang mendampingi kalian selama persidangan.

Sekitar jam 9.30 aku dipanggil untuk masuk ke ruang persidangan. Ntar disitu akan ada 2 orang hakim, dan sebagai yang bersangkutan duduk di kursi, kursi apa ya namanya, pokoknya kursi yang biasa dipakai duduk sama terdakwa.

Aku kira pas sidang bakalan menegangkan dan menyeramkan. Ternyata nggak sama sekali. Bapak hakimnya bener-bener baik. Beliau nanya dan menyuruh kita bercerita gimana krologi terjadinya kesalahan ini, ngasik solusi, dan nggak memojokkan kita sama sekali. Yah pokoknya seneng banget selama ngurus masalah ini ke peradilan negeri!

Untuk hasil penetapan pengadilan bisa diambil 2 hari setelah sidang. Sebenernya jadinya bisa lebih lama, tapi kalau kita bilang butuh cepat untuk keperluan mendesak, peradilan bersedia kok mempercepat proses pembuatannya.

Sekian cerita ini, minggu depan harus ke capil lagi buat ngurus akta, ktp, dan kk! Antri lagi dari jam 3 dong. Semoga kedepannya semua fasilitas pelayanan masyarakat di Indonesia bisa lebih baik lagi dalam melayani masyarakat!

Dan yang paling penting buat kita semua yang nantinya bakal menjadi calon orangtua. Perhatikan data anak kita pada saat pendaftaraan, ntah untuk pembuatan akta, kk, atau pengurusan ijazah nanti. Harus teliti biar nggak ribet ngurus kalau ada kesalahan!

You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram