Society Obsessed With Love

12:14 AM




Still people are curious about other people love affair.

Beberapa hari yang lalu aku menonton mini korean drama yang berjudul "Society Obsessed With Love". Setelah menonton mini drama ini, aku ngerasa kalau itu drama kok kayaknya sesuai banget dengan kondisi yang aku jalani sekarang, atau mungkin beberapa dari kalian juga mengalami kejadian yang sama seperti cerita dalam drama ini. That's why aku memutuskan buat menceritakan sedikit tentang cerita dalam mini drama tersebut. Semoga ada yang manfaat yang bisa diambil dari cerita ini!

***

Jadi dalam drama tersebut diceritakan ada seorang remaja berumur 22 tahun, bernama Sarang. Selama ini Sarang belum pernah pacaran, sama sekali belum pernah. Bukan karena nggak ada yang naksir sama dia, melainkan emang komitmen dia untuk menjalani kehidupan sebagai wanita single. Menurut dia, masih ada banyak hal  lain yang harus dia lakuin selain berpikir tentang pacar. Belajar masak, menekuni hobi fotografi, study exchange, mencari pengalaman, dan masih banyak cita-cita lain yang pengen dia wujudkan.

"I feel more comfortable when I'm alone". Katanya

Sarang nggak pernah sekalipun merasa kesepian ataupun jones selama 22 tahun hidupnya. Dia selalu mengisi, menyibukkan waktunya dengan melakukan banyak kegiatan positif. Dia saat ini sedang suka belajar memasak, hunting foto bersama teman-teman klub fotografi, serta bermain dengan kucing kesayangannya, Oi.

Dia sering membagikan snippet of her life on her social media. Mengunggah foto-foto makanan yang dia masak, hasil hunting foto, dll.

Namun semakin hari, kini komentar dalam instagramnya dipenuhi oleh komentar orang-orang yang selalu kepo dengan kehidupan percintannya. Orang-orang kini malah nggak fokus dengan konten ataupun karya yang dia unggah, mereka jadi lebih sering ngeledekin Sarang yang masih betah nge jomblo diumur 22 tahun.

"Fotonya kok sendiri aja, pasangannya mana?"

"Wah sekarang rajin masak ya, kayaknya udah tanda-tanda bakalan ketemu pasangan nih"

"Sekarang rajin dandan, pasti mau ngedate ya?"

Tak hanya itu, orang-orang disekitarnya, seperti sahabatnya menyarankan dia buat segera mencari pacar. Bahkan mereka sampe comblangin Sarang dengan rekan kenalannya dan menyuruhnya untuk mulai pacaran. Mereka selalu bilang

"Selagi masih muda, kamu harusnya ketemu banyak orang"

"Kamu itu harus pacaran, kalau kamu nggak pacaran gimana kamu nanti bisa dapat jodoh. Gimana kamu bisa belajar menjalani hubungan, belajar arti kehidupan. Ntar kamu bakal jadi orang yang pemarah kalau terus hidup sendiri" dan bla bla bla alasan lainnya.

Why would everyone consider being single is unfortunate?

Akhirnya akibat tekanan sosial yang dia dapat dari sekelilingnya, Sarang pun mulai berpikir, haruskah dia membuka hatinya untuk seseorang?

Singkat cerita, diperkumpulan fotografi dia bertemu dengan seorang pria, kakak kelas kampus yang ternyata naksir dengan dia. Orang itu baik dan sepertinya emang beneran suka sama Sarang. Si kakak itu pada akhirnya menunjukkan rasa ketertarikannya pada Sarang dan kemudian dia menyatakan perasaannya.

Sarang pun berpikir apakah dia sebaiknya mencoba untuk berpacaran aja? Nerima cinta si kakak itu. Lagian nggak ada salahnya dicoba dulu.

"I was kinda obsessed with the feeling that I should date someone" Pikirnya.

Akhirnya Sarang dan si kakak tersebut berpacaran. Sudah berbulan-bulan mereka melalui hari bersama. Tapi ternyata, Sarang merasa hidupnya nggak se bahagia yang di bilang orang-orang. Bukan karena si kakak selingkuh atau kurang perhatian. Malah si kakak justru baik banget dan mencintai Sarang dengan tulus!

Sarang merasa, semenjak pacaran dia banyak kehilangan waktu buat dirinya sendiri. Dia hampir lupa dan jadi nggak fokus sama cita-citanya. Mimpi yang sudah lama dia rencanakan akhirnya mulai terbengkalai.  Bahkan dia menjadi kurang perhatian dengan kucingnya, sampai dia nggak tau kalau kucingnya jatuh sakit. Dia merasa bahwa pacaran bersama si kakak bukan karena kemauannya, tapi hanya demi status sosial yang menekan dia untuk segera punya pacar atau karena lelah selalu diledekin orang-orang di sekitarnya. 

Akhirnya tanpa sadar dia melukai perasaaan si kakak. Si kakak selalu perhatian sama Sarang. Tapi Sarang sepertinya belum bisa menerima perhatian si kakak karena dia emang merasa sepertinya dia lebih suka dengan dirinya yang melakukan segala sesuatunya seperti dulu, sendiri.

She is not ready to love someone yet

Sarang sadar bahwa dia nggak bisa terus seperti ini. Dia harus segera membuat keputusan.

***

Akhirnya, Sarang memutuskan untuk mengakhiri hubungannya baik-baik dengan si kakak, karena dia nggak mau menyakiti perasaan si kakak yang sendirinya berusaha untuk menjadi pacar yang baik bagi Sarang, namun Sarang hanya bisa fokus pada dirinya sendiri.

Sarang sadar bahwa dia nggak harus mendengar apa kata orang.

Because it's her life.
Akhirnya dia pun kembali menjalani hidupnya seperti dulu. Melanjutkan mimpi-mimpinya yang sempat terntunda.

Banyak bertemu orang? Belajar arti kehidupan? Belajar mengenai hubungan? Semua itu bisa dilakuin tanpa harus menjalin sebuah hubungan berstatus pacar kok!

***

Waktu berlalu. Sarang kini berhasil mewujudkan cita-citanya untuk exchange ke luar negeri, ke Canada.

Menurutnya, nggak ada yang salah dengan keputusan atau komitmen yang dia jalani untuk tetap menjadi single. Apapun yang orang bilang dia tetep pada pendiriannya untuk fokus pada cita-citanya. Dia percaya bahwa jodoh atau pasangannya pasti akan datang diwaktu yang tepat. Dia nggak mau terburu-buru seperti dulu, hingga akhirnya menyakiti orang yang beneran tulus suka sama dia. 

Sekarang Sarang menjadi orang yang lebih percaya diri dengan komitmennya. Dia nggak pernah lagi ragu untuk menjawab ke kepoan orang-orang sekitarnya ketika bertanya mengapa dia memutuskan untuk sendiri. Sarang berpikir bahwa dia akan mulai membuka hati, ketika dia sudah siap untuk mencintai, jadi nggak bakal ada pihak yang terluka atau dirugikan.

Buat kalian yang mungkin punya komitmen sama seperti Sarang. Ntah itu karena kalian mau fokus dengan cita-cita kalian, belum siap, mau memperbaiki diri agar lebih pantas, atau ingin terhindar dari dosa dan maksiat berpacaran, semoga kalian tetap pada komitmen kalian dan tidak mudah goyah! (it's also reminder for my self). Nggak ada siapapun yang bisa menentukan kebahagiaan seseorang. Menentukan kita harus melakukan ini diumur segini dan itu diumur segitu. Membuat strereotype dan mengkotak-kotakkan jalan hidup orang. Tiap orang punya tujuan hidup yang berbeda-beda. Hanya kita sendiri yang tau apa yang kita mau dan apa yang bisa bikin kita bahagia.
Terakhir pesan buat kita semua, atau buat lingkungan kita yang juga terobsesi sama status hubungan seseorang. 

Don't you ever force anyone to love!

"When I was 20 years old I wanted to do whatever I never experienced before. I'm going to think about what I really want to do in the future. Cherishing everything around me, and live for me, being my self! This is my 22-year-old goal" Sarang.

Being single means you strong enough to wait what you deserve!


Buat yang pengen nonton mini dramanya bisa liat disini ya!

You Might Also Like

0 komentar

Portfolio Design

Popular Posts

Instagram