Classic Vanilla

5:53 AM




Classic Vanilla


Tidak terlalu manis
Tidak terlalu masam
Seperti hidup

Bukan hal yang baru, tapi dia baru sadar kalau ternyata dia sangat suka dengan ice cream rasa classic vanilla or anything with vanilla. Walaupun ada banyak pilihan yang menggusar hati dan memberikan alasan agar mencoba rasa yang lain, tetap saja, saat berhenti untuk membeli ice cream, lidah dan matanya akan selalu merayu untuk menilik rasa classic vanilla itu.

Akhir-akhir ini dia sering berpikir, mungkinkah suatu saat nanti dia membenci rasa vanilla? 

Mungkinkah?

Tapi kenapa?

Ya tentu saja bisa dan mungkin.

Kita semua pasti pernah punya rasa yang dulu bagai candu. Lalu, liku hidup yang riuk terkadang membuatnya menceku dan menggangu diri. Kenapa? Apa rasa itu keliru lalu meluka?

Bisa iya, bisa tidak.

Tapi  ada satu hal yang sudah pasti menjadi tersangka, memori.
Memori yang tak sengaja terbawa bersama rasa dalam sebuah perjalanan tak terduga.

“Kamu mau pesan rasa apa?” Tanyanya.
“Classic vanilla or anything with vanilla-based” Walau terlihat seperti bingung, namun sebenarnya dia sudah tahu kalau dia lagi-lagi akan membeli ice cream rasa vanilla, with no doubt.

"Ahh harusnya aku nggak pesan rasa vanilla hari ini!" Gumamnya dalam batin.

"Nanti setiap rasa vanilla yang aku cicipi, pasti akan terasa berbeda karena telah berbaur dengan memori yang tak sengaja singgah. Tak tau apa momen ini hanya hadir sebagai kunjungan singkat, atau mungkin berniat lama untuk tinggal, tak tau, terserah semesta. Namun, kalau yang ini tak jadi nyata, aku nggak tau apa aku bisa merasakan ice cream vanilla yang enak ini seperti biasanya". 

Hari ini,
Dia masih suka rasa vanila.

Berharap kapal itu bisa berlayar sampai ke tujuan tanpa tersesat, agar tak ada alasan untuk membenci rasa vanilla.




Hi! If you want to see the index of my blog for a better reading experience, please refer to this page

You Might Also Like

0 komentar