How reading and writing resonate with my soul

9:04 PM




I’m not sure whether people notice these things or not because I’m obsessed with writing and love studying how others write through reading!
I observed that all of us get influenced by what we read. Kalau kita sering membaca artikel akademis, tulisan kita cenderung panjang dan banyak menggunakan kalimat pasif. Kalau kita sering membaca puisi atau karya sastra, tulisan kita cenderung puitis, singkat dan sensoris. When we read conversational blog posts, we’ll use more everyday language in our writing. Hal ini yang membuatku selalu berusaha untuk membaca berbagai macam bentuk karya tulis untuk memperkaya perbendaharaanku dalam merangkai kata.

Membaca dan menulis sudah menjadi sahabat karibku sejak kecil. Kata Mama aku ini anaknya cerewet, banyak tanya dan selalu ingin tahu. Mungkin karena itu dia banyak membelikan aku buku, entah itu buku bacaan seperti majalah atau sekedar notebook untuk menulis jurnal harian.

Dulu, label "kutu buku" terkesan cupu dan selalu identik dengan anak berkaca mata yang menghabiskan waktunya sendiri, outcast, hanya berteman buku seperti Betty La Fea. Bahkan dulu, aku takut nggak ada cowok yang mau sama aku, karena aku kutu buku dan socially awkward. Apalagi setelah beberapa orang sering bilang "Kamu anaknya nggak asik dan ngebosenin kalau ngobrol terlalu serius". Well, Aku berharap pasangan hidupku nanti tidak berkata seperti ini dan dia adalah orang yang berwawan luas.

Tapi sekarang aku senang sekali, karena di era saat ini minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia menurutku lebih meningkat dibandingkan era sebelumnya.

Ketika SD hingga SMP bacaanku bisa dikatakan cukup aneh dan variatif. Relax, I'm not Maudy Ayunda who loves to read about the history of harvard or read a book by Karl Marx and his friends.
Buku pertama yang mamaku belikan adalah majalah bobo, well not a book, a magazine to be exact. Aku masih ingat betapa excited nya aku saat menjelaskan isi majalah itu ke mama dan ayahku. Lalu, suatu hari aku bermimpi kalau nanti punya rumah sendiri, aku ingin di rumahku ada perpustakaannya seperti rumah Bapak B. J. Habibie. 

Jadi, mulai sekarang aku harus mengoleksi banyak buku bacaan untuk mengisi rak-rak bukuku dimasa depan!

Semenjak itu aku jadi hobi membeli majalah, lalu berlanjut ke buku fiksi dan non fiksi. Mulai dari cerita yang jelas sampai yang absurb seperti sejarah mesir kuno, prosesi mumi, unsolved problem di alam semesta, luar angkasa, bener-bener random yang kalau diingat-ingat kayaknya aku ini aneh banget ngapain sih beli buku itu? 

I'm not weird, 
I'm just not normal.

Banyak membaca membuatku lebih mudah mengekspresikan perasaanku, melalui tulisan lebih tepatnya. Terima kasih buku-buku yang menjadi sahabatku saat semua manusia selalu salah menafsirkan perasaanku yang sesungguhnya. Habit membaca itu, lambat laun melatih kemampuanku untuk merangkai kata.

Lalu aku mulai menulis.
Sejak sekolah dasar, aku sering sekali ikut dan memenangkan kompetisi menulis, juga bergabung dalam ekskul yang berhubungan dengan jurnalistik. Ada banyak sekali draft tulisan baik yang pernah aku publish maupun tidak. Mulai dari puisi, cerita fiksi dan non-fiksi, tapi semua hanya berakhir sebagai koleksi pribadi karena aku nggak percaya diri.

Akhirnya, aku memutuskan untuk membuka blog ini di tahun 2016, dengan tujuan untuk membangun kembali kepercayaan diriku dalam dunia menulis yang sempat menghilang.

"Aku tidak menduga bahwa menulis juga merupakan salah satu passion yang ingin aku lakukan sampai aku tua nanti". 


Walaupun aku juga punya passion dalam bidang desain, namun menulis selalu mendapat tempat spesial dihatiku. Jadi sebenarnya aku ini manusia yang serakah dengan passion!

Namun dibalik itu semua, aku sadar bahwa hobi membaca dan menulis yang aku miliki ini muncul dikarenakan kecendrunganku yang sering merasa memiliki imposter syndrome. I know it might sound like a self-diagnose. But, after analyzing myself thoroughly to find a reason that makes me sometimes experience such a perpetual depression without any particular reason. it's because I always feel like I'm not good enough or I'm not smart enough! Aku takut menjadi orang yang terlihat bodoh saat berada dikeramaian, dan aku berpikir dengan banyak membaca dan menulis, pengetahuanku pasti akan berkembang.

Hal yang paling membuatku bahagia saat menulis adalah ketika ada orang yang merasa terbantu dengan apa yang aku bagikan atau ketika aku secara tidak sengaja menemukan salah satu tulisanku dikutip oleh website yang cukup populer. Orang-orang sekitarku nggak banyak yang tahu kalau aku sering menulis di blog because I never promote my blog intensively. 
Sama sekali nggak ada niatan dari diriku menulis untuk orang lain or want to be featured on another website karena memang apa yang aku tulis kutujukan untuk diriku sendiri yang terkadang butuh teman untuk didengarkan atau sekedar ingin berbagi pengalaman. I never thought that my writing could be useful for other people.

Ada beberapa teman yang menyarankan aku untuk membuat akun youtube karena mereka suka dengan konten yang sering aku bagikan. Aku ingin mengucapkan terima kasih yang sangat banyak untuk kata-kata penyemangat yang mereka ucapkan untukku, entah itu dari orang yang aku kenal ataupun strangers

Honestly, Aku bukan orang yang pandai mengekspresikan perasaan melalu ucapan. Selain itu, ada banyak hal detail yang menurutku sangat sulit untuk aku ekspresikan melalui perkataan dan aku merasa lebih nyaman untuk mendeskripsikannya melalui tulisan. 

Dengan menulis aku tidak banyak kehilangan momen bahagia karena memikirkan konten video yang harus aku rekam. 
Dengan menulis aku tidak perlu takut dengan tanggapan orang lain terhadap diriku, bagaimana rupaku, baju apa yang aku pakai, tentang wajahku, postur tubuhku, atau dimana aku berada.
Dengan menulis aku bisa jujur dengan diriku sendiri.

"Instead of being known as someone who's good at speaking, I just want to be someone who's known for her writing"


Tidak mudah untuk menulis, bahkan ketika ada yang memberikan kritik kadang aku merasa jatuh dan takut untuk menulis.

Tapi aku sadar bahwa kita baru akan belajar ketika kita berbuat kesalahan. Feedback itu penting untuk membantu kita bertumbuh.

You know it's hard for me to write something less than 1200 words, Since I've decided to rebrand my blog in purpose to produce good quality content, aku berharap aku bisa berbagi hal-hal positif, spread happiness, menulis banyak cerita yang bermanfaat dengan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. 

Sampai bertemu dicerita selanjutnya!




Hi! If you want to see the index of my blog for better reading experience, please refer to this page

You Might Also Like

0 komentar